SUMENEP, (TransMadura.com) – Babinsa Koramil 0827/13 Rubaru Serka A. Kusfandi, melakukan giat Maulid Nabi Muhammad SAW 1440 H, sekaligus Rokat Desa bersama Habib Mukhsin bin Mukhsin Al-hinduan di lapapangan Desa Rubaru, Sabtu (8/12/2018).
Acara yang dihadiri 300 orang dihadiri Habib Mukhsin bin Mukhsin Al-hinduan, Forpimka Kecamatan Rubaru. KH. Abdul Majid. Para kiai dan habaib Se kec Rubaru. Kepala Desa Rubaru.Tokoh Agama, tokoh masyarakat dan Tokoh Pemuda Desa Rubaru.
Kepala Desa (Kades) Rubaru, Rudiyanto, selaku penanggung jawab, menyampaikan terimakasih kepada seluruh undangan yang telah berkenan menghadiri acara kegiatan maulid dan Rokat Desa yang diselenggarakan di lapangan Desa Rubaru.
“Dengan antusiasnya masyarakat yang hadir ini menunjukkan kecintaannya masyarakat Rubaru kepada Kanjeng Nabi besar Muhammad Saw,” katanya.
Habib Mukhsin bin Mukhsin Al-hinduan, dalam ceramahnya menyampaikan, Memperingati Maulid merupakan sebuah momen spiritual yang bertujuan untuk mentasbihkan Baginda Rasulullah SAW.
Sebab, Rasulullah sebagai figur tunggal dan merupakan suri tauladan yang mampu mengisi hati, pikiran, dan pandangan hidup kita.
“Dalam Peringatan Maulid Nabi ini kita tidak sedang membuat sebuah upacara, Namun dalam Maulid Nabi adalah kita menjadikan renungan dan pengisian batin agar tokoh sejarah manusia paling sempurna tersebut tidak menjadi fiktif dalam diri kita,” ucapnya.
Beliau baginda Rasulullah SAW betul-betul secara kongkrit tertanam dan mengakar serta menggerakkan sendi-sendi aliran darah kita dan detak-detak jantung dalam tubuh umat islam.
Namun, Arti dari Maulid Nabi berasal dari Kata Maulid yang dalam bahasa Arab, artinya “lahir”, Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, adalah merupakan suatu tradisi yang berkembang setelah Baginda Nabi Muhammad SAW tersebut wafat.
Dengan memperingatinya Maulid Nabi Muhammad Saw ini, adalah merupakan salah satu wujud ungkapan rasa syukur kita dan kegembiraan kita serta penghormatan kepada sang utusan terbaik Allah SWT. “Sejatinya berkat jasa Baginda Rasulullah SAW Hidup manusia menjadi terang-benderang,” tutupnya. (Ratman/Red).











