Tak Berkategori  

Imunisasi Ori-Difteri di SDN 1 Desa Pragaan Laok Didampingi Babinsa

SUMENEP, (TransMadura.com) – Penyakit difteri sangat berbahaya karena mudah menyebar dari pasien yang sakit melalui percikan ludah, dan kontak kulit. Setiap orang diwajibkan untuk melakukan vaksin difteri dan melakukan ORI serta melakukan imunisasi lengkap guna untuk menghindari penyakit difteri.

Seperti yang dilakukan pihak Puskesmas Pragaan dengan didampingi Babinsa Koramil 0827/09, pada kesempatan saat ini laksanakan imunisasi Ori-difteri yang bertempat di SDN 1 Desa Pragaan Laok Kecamatan Pragaan Kabupaten Sumenep. Madura-Jawa Timur. Rabu, (28/11/2018).

Adapun petugas dari Koramil 0827/09 yang diterjunkan oleh Kapten Inf. Ahmad Muher selaku Komandan Koramil 0827/09 guna untuk melakukan pendampingan imunisasi ori-difteri sebanyak 2 orang anggota Babinsa dipimpin oleh Serma Abdul Salam, sedangkan pihak Puskesmas Pragaan berjumlah 8 tenaga medis.

Dari tim medis Puskesmas Pragaan melalui Serma Abdul Salam menyampaikan, bahwa penyakit Difteri disebabkan infeksi bakteri Corynebacterium Diptheriae yang dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti sumbatan saluran nafas serta peradangan pada otot jantung bahkan kematian.

“Adapun gejalanya antara lain demam 38℃, sakit menelan, selaput putih keabu-abuan di tenggorokan, leher membengkak dan sesak nafas disertai suara mengorok,” paparnya kepada awak media pendim.

Selain itu, bakteri Corynebacterium diptheriae akan mengeluarkan racun difteri yang bisa membuat peradangan otot jantung dan akhirnya menyebabkan kematian. Pengobatannya yaitu rawat inap di ruangan isolasi, pemberian antibiotik, dan jika perlu diberikan anti racun difteri atau Anti Difteri Serum, “terang Serma Salam menambahkan”.

Diketahui juga oleh Serma Abdul Salam sesuai data yang diperoleh bahwa jumlah siswa di SDN 1 Desa Pragaan Laok yang menerima vaksin Ori-Difteri melalui suntik berjumlah sebanyak 255 siswa diantaranya 176 siswa putra dan 179 siswa putri.

kegiatan tersebut dimulai pukul 08.30 sampai dengan pukul 10.30 WIB. Adapun Respon oleh Kepala sekolah dan para guru sangat mendukung dengan adanya program pemerintah Pusat tentang pemberian vaksin Ori-Difteri guna untuk meningkatkan kesehatan siswa-siswiya.

Dihimbau oleh Serma Abd. Salam melalui para guru di SDN 1 Desa Pragaan Laok, untuk memberantas difteri menyarankan:
1. Deteksi difteri secara dini dengan memeriksa tenggorokan, jika terdapat tanda-tanda difteri segera lakukan pencegahan atau di obati.
2. Lakukan imunisasi difteri tambahan sebanyak 3 kali. Untuk itu, Serma Abd. Salambu mengungkapkan jika ragu pada vaksin, jangan tanyakan pada orang yang tidak mengerti. Lebih jelas dan pasti tanyakan pada petugas kesehatan setempat, bisa juga tanyakan pada bidan di Puskesemas, mereka yang selalu melakukan imunisasi.

Perlu diketahui juga bahwasanya imunisasi Ori-difteri akan dilaksanakan sebanyak tiga putaran, dengan interval 0-1-6 bulan. ORI akan memberikan vaksin dengan ketentuan DPT-HB-Hib bagi usia 1 tahun sampai 5 thn, DT usia 5 tahun sampai 7 tahun, serta TD usia 7 tahun sampai 19 tahun, “pungkasnya. (Ratman/Red)

Exit mobile version