SUMENEP, (TransMadura.com) – Untuk menjamin keberhasilan program swasembada pangan nasional Koramil jajaran Kodim 0827/Sumenep intens melakukan pengawalan, pengawasan dan pendampingan sekaligus membantu mensejahterakan para petani di wilayah desa binaan masing-masing. Minggu, (18/11/2018).
Pada kesempatan yang ada, Serka Ahmad Kusfandi tidak mau menunda-nunda waktu. Seperti yang ia lakukan saat ini, seterimanya Informasi bahwasanya akan ada pendistribusian benih padi kepada para petani oleh PPL Desa Mandala yaitu Bapak Asep beliau (Babinsa) langsung bergegas melakukan pendampingan serta pengawalan proses pendistribusian benih padi.
Babinsa Serka Kusfandi menyampaikan kepada awak media Pendim 0827 bahwasanya pendistribusian benih padi Sembada 168 kepada warga binaan terutama masyarakat Dusun Burneh Rt.01 / Rw.02 Desa Mandala Kecamatan Rubaru Kabupaten Sumenep dilaksanakan bertempat di rumah ketua Gapoktan Bapak Ra’uf.
Menurut Babinsa Serka A. Kusfandi, antusias warga Dusun Burneh Rt.01 / Rw.02 Desa Mandala terutama patut diacungi jempol, mengingat seketika selesai di umumkan melalui pengeras suara mushalla Masyarakat berbondong-bondong berdatangan guna untuk mengambil bantuan benih padi sembada 168 di rumah Pak Ra’uf selaku Ketua Gapoktan.
Lanjutnya, Babinsa mengungkapkan proses pendistribusian penyerahan benih padi sembada 168 disambut senang oleh para petani, karena bantuan tersebut jatuh tepat pada sasaran yang dituju.
Ditempat terpisah, Kapten Inf. Imam Fitri Harto selaku Komandan Koramil 0827/13 Rubaru mengatakan, dengan pengawasan yang dilakukan para Babinsa tersebut bertujuan agar dalam pelaksanaan pendistribusian tidak terjadi permasalahan ataupun keributan dalam pembagian dan inilah salah satu wujud keseriusan TNI dalam mendukung program pemerintah agar swasembada pangan nasional dapat terwujud. “tegas Danramil”.
“Disisilain, dilakukan pendampingan pengawasan oleh para Babinsa guna untuk menghindari dari oknum-oknum yang memanfaatkan situasi dalam pembagian bibit atau benih kepada para petani, seperti penyelewengan bibit yang diberikan tidak sesuai dengan data penerima,” imbuhnya.
Harapan Danramil, para petani dihimbau khususnya Desa Mandala agar jangan sampai terlambat dalam melaksanakan proses pembibitan, sehingga penanaman padi sesuai dengan waktu penanaman dan tentunya hal tersebut akan mendukung program pemerintah tentang swasembada pangan nasional, “pungkasnya. (Ratman/Red)