Anak Malut Desak Kejati Periksa Bupati Halmahera Barat

TERNATE, (TransMadura.com),
(17/9/18) – Aliansi anti korupsi Maluku Utara (Anak Malut) desak Kejaksaan Negeri (Kejati) Maluku Utara memeriksa Bupati Halmahera Barat, atas kasus pinjaman pemerintah daerah senilai Rp159,5 Miliar pada Bank BPD cabang jaijalo yang saat ini dalam penangananya.

Atas desakan tersebut, Anak Malut, dengan gelar aksi di depan kantor Kejati yang dikawal oleh puluhan anggota Sabhara polred ternate. Dalam aksi sempat terjadi pembakaran ban bekas, namun dapat di padamkan oleh anggota polisi uang bertugas dilapangan.

Dalam orasi aksi, Ibrahim menyampaikan, Perbuatan melawan hukum ini semestinya di bijaki dengan cepat oleh penegak hukum (kejati malut), sebab sudah menjadi konsumsi pablik ,di halmahera barat.dan khususnya propinsi maluku utarara.

“Kejati tidak bertanggung jawab, dalam realitasnya rentetan kasus yang telah di laporkan tidak mampu di tangani. Anda tidak memeliki nurani khususnya kasus yang di lakukan Dany Misy yang merugikan negara 159.5 miliar, anda terlalu manis dan terlalu enak menikmati, dan tidak mampu menangani kasus bupati halbar,.kami tidak akan henti hentinya meneriakan suara suara kebenaran,” teriakannya saat orasi.

Disisi lain, kordinator lapangan Said Idrus menyampaikan, saat diwawancarai media ini, bahwa agenda aksi demonstrasi sudah tuju kali kami lakukan. “Kali ini kami minta kejati untuk mempercepat kasus yang sudah memiliki alat bukti kuat di berikan beberapa LSM. Dan KNPI kabupaten halmahera barat bukti itu berupa dokumen dari pihak bank BPD,” ungkapnya.

Oleh karena itu lanjutnya, meminta kejati untuk segera memanggil bupati halmahera barat dan anggota DPRD halbar, yang diduga berkonspirasi. “Apabila tidak mampu di selesaikan kasus ini kami meminta KPK untuk di supervisi,” tegasnya.

Namun, aliansi yang tergabung pemuda dan mahasiswa merasa kecewa atas sikap kejati maluku utara. “Kami akan melakukan aksi besar besaran di  kantor komisi pembrantasan korupsi di jakarta untuk di superfisi kasus ini, dan kami meminta kejaksaan agung RI untuk segera mencopot  kepala kejaksaan tinggi maluku utara.

Insaallah kami akan datang kembali dan menggalang kekuatan lebih besar .untuk menciptakan mosi ketidak percayaan rakyat terhadap lembaga penegakan hukum dalam hal ini kejaksaan tinggi maluku utara,” tandasnya.(Fry/Red)

Exit mobile version