FPAG Malut Tolak Deklarasi #2019Ganti Presiden di Ternate

TERNATE, (TransMadura.com) -Sejumlah pemuda yang mengatasnamakan Fron Pemuda Anti Gaduh (FPAG) Maluku Utara menggelar aksi didepan Radio Republik Indonesia (RRI) Ternate, senin 10/09/2018.

Akasi tersebut, menolak rencana deklarasi #2019GantiPresiden pada tanggal 16 september 2018 di Kota Ternate.

Samudin Kordinator Lapangan (Korlap) dalam orasinya mengatakan untuk menuju pada kursi kekuasaan Presiden setiap Parpol harus mulai mengambil peran pada tahun 2018 dengan berbagai siasat dan strategi demi menarik simpati dan dukungan setiap warga Negara yang sudah memiliki hak politik di 2019 nanti.

Akan tetapi tidak melalui cara-cara yang memiliki legitimasi hukum yang legal tapi dengan cara-cara yang bertentangan dengan nilai-nilai demokrasi dan hukum yang berlaku di NKRI.

“Gerakan #2019GantiPresiden dengan berjuba islam dideklarasikan diberbagai daerah menuai penolakan dan dukungan dikalangan rakyat yang menyebabkan konflik sesama rakyat di Daerah” terang Korlap dalam orasinya.

Dia menjelaskan, Maluku Utara memiliki sejarah kelam konflik horizontal pada tahun 1999-2000, karena persoalan sara yang masih membekas di hati masyarakat Malut, sehingga kerukunan umat beragama harus dijaga dan dirawat tanpa ada gerakan-gerakan tagar untuk menjaga ketersinggungan antar umat beragama dan keamanan bersama.

Selain itu dia mengatakan, atas nama Fron Pemuda Anti Gaduh juga mendukung deklarasi Prabowo Presiden dan Jokowi 2 periode di Maluku Utara. Untuk itu atas nama FPAG menyatakan sikap.

“Meminta Kapolda Malut dan Kapolres tidak mengeluarkan izin deklarasi #2019GantiPresiden di Kota Ternate. Apabila tidak di indahkan kami akan mobilisasi massa yang besar untuk menggelar aksi penghadangan di Bandara”, pungkasnya. (Rzk/Red)

Exit mobile version