Tak Berkategori  

Asosiasi Media di Sumenep Kutuk Aksi Kekerasan Terhadap Wartawan

SUMENEP, (TransMadura.com) –
Aksi solidaritas terhadap kekerasan yang menimpa salah satu wartawan media “BeritaJatim.com” Oryza, saat melakukan peliputan pertandingan sepak bola Persid Jember vs Sindo Dharaka di Stadion Jember Sport Garden waktu kemarin.

Puluhan wartawan dari berbagai Asosiasi PWI dan AMOS di Sumenep, Madura, Jawa Timur, melakukan orasi dengan bergantian dengan bentangkan poster ” Tolak Aksi Premanisme Pada Pers” mendesak aparat kepolisian usut tuntas dalam kasus pengeroyokan terhadap kuli tinta (Wartawan) tersebut.

“Kami (Wartawan Sumenep, red) mengutuk keras aksi kekerasan yang menimpa wartawan beritajatim.com dan meminta agar Polisi serius dalam menangani kasus ini,” ujar Ach. Rifai, Ketua PWI Sumenep, usai menggelar aksi solidaritas di depan Taman Adipura, Kamis (5/7/2018).

Selain itu, lanjut wartawan senior di Sumenep ini, pihaknya sangat mengutuk keras aksi premanisme terhadap wartawan atau jurnalis, dan PSSI memberikan sanksi kepada klub sepak bola yang telah bertindak anarkisme.

“Klub bola tersebut harus diberi sanksi tegas, agar tidak lagi terjadi kekerasan pada wartawan yang menjalankan tugasnya dan dilindungi oleh Undang-undang Pers nomor 40 tahun 1999,” tandasnya.

Sementara juga diungkapkan Ketua Asosiasi Media Online Sumenep (AMOS) Ahmadi Muni, dalam orasinya mengatakan aksi kekerasan terhadap wartawan atau jurnalis merupakan tindakan yang melawan hukum. Oleh karena itu, aparat Kepolisian harus mengusut tuntas dan menangkap pelakunya.

“Ini sudah tindakan melawan hukum, apalagi yang menjadi korban adalah wartawan yang tugasnya memang dilindungi oleh Undang-undang,” tandasnya. (Red)

Exit mobile version