Tak Berkategori  

Kades Beringin Jaga Tradisi Budaya Potong Rambut 40 Hari Lahirnya Bayi

SUMENEP, (TransMadura.com) –
Acara 40 hari lahirnya bayi menjadi tradisi masyarakat sumenep, salah satunya putra H. Moh Saleh Kepala Desa (Kades) Beringin Kecamatan Dasuk, Sumenep , Madura Jawa Timur, tetap menjaga tradisi budaya melakukan adat syukuran potong rambut cucu pertamanya, sabtu (4/5/2018)

Acara potong rambut 40 hari lahirnya, dihadiri 1000 undangan terdiri dari masyarakat setempat.
Mereka dikaruniai cucu pertama dengan selamat “Muhammad Hamdi Ali Karyo Trisno dari anak pertama bernama Sitti Nurkhalifah dan suami Achmad Waji.

“Saya sangat bersyukur cucu kami lahir laki-laki dengan selamat, karena ini anugrah allah yang telah diberikan kepada kami,” kata Moh Saleh Kades Beringin.

Menurutnya, Syukuran 40 hari ini, memang menjadi budaya yang harus dilaksakan, Akar rambut terbentuk sejak janin berusia sekitar 8 minggu dan terus berkembang hingga lahir. Rambut pertama ini diistilahkan dengan “velus”.

Meski tak bisa digeneralisasi, rambut bawaan ini biasanya sangat tipis. Sejak minggu-minggu pertama kelahirannya hingga 12 minggu kemudian biasanya rambut halus ini akan rontok dengan sendirinya.

Kendati demikian, ada juga yang kerontokannya sangat sedikit, seakan-akan tidak berkurang sama sekali.

“Mencukur rambut bayi saat genap berusia 40 hari memang tidak ada pertimbangan medisnya. Jadi, sekedar meneruskan tradisi.

Ini, cukup beralasan. Saat bayi berumur 40 hari umumnya kondisi ibu sudah pulih seusai melewati proses persalinan yang sangat melelahkan secara fisik dan psikis. Bayi pun sudah cukup “kuat” dan siap bertemu banyak orang,” ungkapnya.

Saleh menjelaskan, Terlebih lagi, banyak orangtua yang takut mencukur rambut bayinya sebelum berumur 40 hari. Alasan mereka, kepala si kecil masih terasa sangat lunak dan terlihat amat mungil.

“Memang sih tidak ada keharusan untuk menggunduli kepalanya sampai licin plontos. Namun dari segi kesehatan, hal ini ternyata memberi banyak manfaat,” ucapnya.

Kades dua pereode ini berterimakasih kepada famili, saudara dan masyarakat yang telah ikut serta mendoakan 40 hari cucunya.

“Ini sangat membahagiakan kami sekeluarga dikaruniai cucu dan kehadiran masyarakat ikut mendoakan masih peduli dan antosias menghargai kami sebagai kades,” tandasnya.

Reporter : Asm

Exit mobile version