SUMENEP, (TransMadura.com) – Kapten Inf. Sarkun selaku Pasiopsdim 0827 Sumenep menghadiri pelaksanaan kegiatan pengajian dan pemantapan jama’ah sholawat nariyah di Kabupaten Sumenep. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Jum’at tanggal 13 April 2018 dimulai pada pukul 19.30 sampai dengan 23.00 WIB, bertempat di depan Rumah Dinas Bupati Jl. Jendral Sudirman KelurahN Pajagalan Kecamatan Kota Kabupaten Sumenep. Madura-Jawa Timur.
Pengajian dan pemantapan jama’ah sholawat nariyah yang dihadiri Jama’ah kurang lebih 5.000 orang mengambil tema “Meneguhkan Spiritualitas dan Moralitas Menuju Indonesia yang Bermartabat Bersama Para Ulama”. Sebagai Aparat Teritorial, TNI harus selalu bisa dan mampu menggandeng tokoh ulama, bukan hanya kepada warga masyarakat saya. pada pelaksanaaan kegiatan apapun kita harus berada di tengah-tengah guna untuk mendukung tugas pokok. “ungkap Kapten Inf. Sarkun”. Sabtu, (14/4/2018).
Penceramah KH. R. Moh. Kholil as’ad Syamsul Arifin Pengasuh Pondok Pesantren Walisongo Mimbaan Situbondo.Pada pelaksanaannya adapun susunan acara pengajian dan pemantapan jama’ah sholawat nariyah diawali dengan pembukaan yang mana pembacaan Al- Fatiha dipimpin oleh KH. Asyari, dilanjutkan pembacaan tahlil yang dipimpin oleh KH. M. Ali Syakir, pembacaan Sholawat Nariyah dipimpin oleh KH. Mustofa Aziz.
Masuk pada sambutan yang disampaikan oleh KH. A. Busyro Karim, M.Si selaku Bupati Sumenep pada inti sambutannya, “Para alim ulama, para masyai, para kyi kyi, yang saya hormati Forpimda beserta jajarannya dan para jama’ah Sholawet Nariyah, Alhamdulillah pada malam ini kita masih bisa hadir dalam pegajian umum dan semoga diberika ridho oleh Allah SWT,” katanya.
Atas nama pemerintah Kabupaten Sumenep saya mengucapkan banhak terimakasih atas terlaksananya pengajian ini, karena pembangunan tidak hanya membangun jalan, bukan hanya membangun gedung tetap dalam pelaksaan pengajian ini sudah sangat membangun karakter orang islam yang berahlak mulia. “ucap Bupati Sumenep”.
Sholawat nariya bagian dari banyak do’a yang kita amalkan setiap hari, do’a adalah kekuatan yang sangat berguna bagi kehidupan manusia, uang juga menjadi kekuatan, senjata juga menjadi kekuatan tetapi lebih penting do’a adalah melebihi dari kekuatan dan menjadi senjatanya orang islam.
Tradisi dan budaya kita tidak boleh hilang ditimur tengah saat ini masih berperang tapi disini kita masih diberikan keamanan untuk menjalankan ibadah dengan khusuk. “Kekuatan yang tidak penting lagi adalah kekuatan ekonomi yang masih belum tampak orang islam di Indonesia bahkan malah nyumbang setiap hari kepada negara orang lain, jadi marilah kita harus mempunyai kesadaran untuk memperkuat ekonomi orang islam karena kekuatan ekonomi wajib bagi umat islam, semoga kita ada kesadaran bersama demi persatuan umat islam di indonesia,” pada akhir sambutannya.
Sambutan Penanggung jawab kegiatan oleh KH. Abd. Rahem usymuni yang intinya, Saya mewakili pengurus menyampaikan banyak berterimakasih kepada para undangan yang hadir pada acara pengajian umum sholawat nariyah. “Sholawet Nariyah ini kalau diamalkan pahalanya langsung sampai kepada Allah SWT maka dari itu saya diperintahkan oleh para ulamak untuk melaksanakan acara pengajian umum ini,” paparnya.
Kegiatan ini tidak akan terlaksana kalau tidak ada dukungan dari para jama’ah semua tetapi ini semua menjadi amal bagi kita semua semoga barokah. Acara ini juga mendapatkan dukungan dari Pemerintah Daerah serta seluruh para jama’ah semua semoga menjadi amal ibadah kita semua. “imbuh KH. Abd. Rahem usymuni “.
Ceramah Agama Oleh KH. R. Moh. Kholil As’ad Syamsul Arifin dalam ceramahnya disampaikan, Semoga diadakannya pengajian diberikan manfaat barokah dijadikan tambahan taufik dan hidayah oleh Allah SWT.
Pengajian dan sholawet nariyah ini adalah perintah Allah SWT yaitu orang yang percaya kepada Nabi Muhammad S.A.W. Perintah membaca sholawat adalah perintah untuk orang islam jadi orang yang banyak membaca sholawat yaitu orang yang paling dekat dengan kanjeng Nabi dan menjadi khusnul khotima.
Yang dibaca sholawat yang pertama menjadi kecibtaan iman kepada Allah SWT dan kepada kanjeng Nabi nambai keimanan dan gampang menjadi pelajaran tidak gampang menerima ajaran yang menyimpang. Membaca sholawat diberikan umur yang barokah khusnul khowatim ini semua diminta lewat sholawat jadi walaupun dimajelis-majeils diniati untuk bersholawet.
Marilah kita semua memohon supaya Indonesi dihindari dari malapetaka karena kita mengabdi kepada Allah didunia dan diwariskan kepada anak turun kita sehingga dijadikan tempat fitdunye walakhiro. Niat bagus harus dikedepankan harus menjadi cita-cita dan misi-misi kecuali perjuangan kanjeng Nabi. Jadi disini keistimewaan lebih mengutamakan misinya kanjeng Nabi dari pada misi diri sendiri yang mengikuti akan mendapatkan kesenangan dari Allah SWT karena yang menjadi cita-cita nabi disenangi Allah SWT.
Allah SWT, menghendaki kebersamaan dan hambanya bila bersama-sama itu disenangi oleh Allah jadi marilah kita selalu berjamaah karena mendapatkan pahala yang berlipat ganda, yang lebih banyak pribadi-pribadi seperti sholat sunnah namum sholat fardu harus dilaksanakan dengan berjamaah.
Kami disini menyampaikan manat bukan kampanye agar disini para jama’ah biar tidak bingung dalam memilih, jadi kita pilih Gus Ipul dapat apa biar kita dapat berkumpul dengan para ulama disini kalau tidak disampaikan takut saling hina biar kita tidak menyimpang anak turun kita dari para ulama karena umat Nabi Muhammad diberikan auliya ulama yang sholeh jadi kita diajari untuk bersatu jangan berpisah semoga manfaat dan barokah.
Hadir dalam acara tersebut Bupati Sumenep KH. A. Busyro Karim, M.Si, Wakil Bupati Achmad Fauzi, Ketua DPRD Kab. Sumenep H. Herman Dali Kusuma, MH, Komandan Kodim 0827 diwakili oleh Pasops Kapten Inf. Sarkun, Kapolres Sumenep diwakili oleh kasad Binmas AKP. Muhammad Haqul, Pengasuh ponpes terate KH. Abd. Rahem usymuni, Sebagai penanggung jawab K. Abd. Ra’ie S. Pd. I., K. Mantok Sudarto M. Pd. I., Drs. H. Iman Alwi Hasan, K. H. Ali Wardi S. Pd. I., K. Ali Syakir, K. Ilyas Hasib, K. Jauzi, K. Mahin, Ketua Panitia Drs. Ahmad Rusydi M. Pd, Anggota Panitia pelaksana sholawat nariyah, Jama’an sholawat nariyah.
Reporter : Man
Editor : Red