Tak Berkategori  

Diduga Pesta Miras, Dua Pemuda Terhanyut Air di Kali Patrean Asta Katandur

SUMENEP, (TransMadura,com) – Kali patrean Asta Katandur, Desa Bangkal, Kecamatan Kota, Sumenep, Madura, Jawa Timur, makan korban dua pemuda akibat terseret arus sungai yang sangat deras yang diduga dalam kondisi mabuk, minggu (11/03/2018).

Dua pemuda, Fikri (15) (korban) warga Desa Bangkal, Kecamatan Kota, Sumenep, dan Salim (15) warga Desa Pamolokan, Kecamatan Kota, Sumenep, korban karena terseret aliran sungai yang sangat deras, pada saat itu, diduga dalam kondisi mabuk (minuman keras).

Menurut keterangan saksi mata Syaiful, warga Perumnas Giling, Desa Pamolokan, menyampaikan, bahwa awal peristiwa terjadi, pada pukul 9:00 wib Fikri (korban) bersama Roni duduk dipinggir Dam/ bantaran kali patrean Asta Katandur posisi di selatan sungai.

setelah itu datang temannya lagi Danil Warga Kebunan Desa Kebunan, dan Salim (Korban) warga Desa Pamolokan mengajak Roni dan Fikri duduk di Mushollah yang kebetulan dekat sungai tersebut diduga mau minuman keras karena saat itu bawah miras.

“Setelah minum keras sekira jam 9:30 wib, si fikri (korban) mandi ke sungai sambil minum tersebut. namun waktu itu minumannya terjatuh kesungai, dan minuman mau ditolong oleh fikri tidak bisa sebab aliran air terlalu deras. melihat itu, si salim melompat dan ikut terhanyut ke aliran yang lebih dalam,” Katanya.

Sementara, yang temannya diatas itu panik, karena melihat dua temannya terseret air lansung bukak baju mau nolong lompat juga.

“Sampai dibawah merasa bingung mintak tolong sama anak paramuka dari Al- Azar, waktu itu latihan, namun saat itu saya mengabil tali dan dilempar sama roni yang ada dibawah lalu sironi itu ditarik keatas,” ungkapnya.

Namun, menurutnya. dua korban tersebut, sampai saat ini belum ditemukan karena terhanyut air.

Wakapolres Sumenep, Kompol Sutarno, masih melakukan penyelidikan terkait peristiwa ini. ” Ini masih melakukan penyelidikian dan dari rekan dari Kodom BPBD Sumenep, sedang fokus mencari korban, sehingga untuk kronologi selanjutnya belum bisa memberikan keterangan,” jelasnya. (Asm)

Exit mobile version