PAMEKASAN, (TransMadura.com) – Insiden terjadinya korban suntik Vaksin di Kecamatan Kadur, Pamekasan, Madura, Jawa Timur, beberapa minggu yang lalu 11 februari 2018, dapat tanggapan akan segera ditindak lanjuti oleh Komisi IV DPRD Pamekasan, Jum at (02/03/2018)
Anggota Komisi IV DPRD Pamekasan, Moh. sahur menyampaikan, persoalan insiden terjadinya korban suntik Vaksin itu, akan segera menindak lanjuti atas yang dikeluhkan Masyarkat.
“Kami akan segera melakukan klarifikasi untuk turun kelapangan dan akan segera memonitor kejadian suntik Vaksin difteri yang terjadi dikecamatan kadur. mari nanti bersama sama untuk turun ke lapangn,” katanya.
Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan sapaan akrabnya Bai, bahwa, sudah melakukan proses penelitian secara medis dan akan juga turun kelapangan.
“Sebenarnya saya sudah melakukan proses penelitian, akan tetapi masih belum ketemu penyebabnya apa, ikhlas karena allah saya tidak ada maksud untuk melakukan hal yang buruk untuk masyarakat. jika itu permintaan masyrakat dan segera mungkin melakukan terlap agar masalah ini cepat selesai.”tegasnya.
Sementara Ketua Aktivisis Pamekasan, Ribut Baidi menuntut, agar peristiwa yang di Kecamatan Kadur (Suntik Vaksin Difteri) yang menimpa puluhan siswa cepat diselesaikan oleh pihak DPRD komisi IV dan dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pamekasan. untuk itu segera ditindak lanjuti dan segera mengambil solusi yang solutif agar masyarakat tidak resah.
“DPRD Pamekasan untuk pro aktif memonitor kejadian Suntik Vaksin Difteri dikecamatan kadur dengan turun kelokasi kejadian bersama dinkes dan melibatkan semua pihak baik dari unsur kepolisian dan juga forum LSM Pamekasan,” ungkapnya
Namun, Dinkes untuk meminta maaf secara langsung dan terbuka kepada pihak pihak yang dirugikan baik di rumah sakit maupun pihak korban.
“Dinkes bertanggung jawab penuh terhadap korban atas kerugian materi dan menghentikan sementara program suntik vaksin difteri ini secara keseluruhan di kabupaten Pameksan sampai ada kejelasan hasil akhir dari vaksin yang di teliti di BPPOM Surabaya, Apakah Vaksin itu steril apa tidak,” tandasnya.
Reporter : Imam
Editor : Red