PAMEKASAN, (TransMadura.com) –
Tragedi pelaksanaan imunisasi Defteri yang mengakibatkan ratusan siswa Madrasah Aliyah Negri (MAN 2) Pamekasan di Jl. Kh Wahid Hasyim No.28. Baru Rambat Timur, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, mengeluh mual dan muntah setelah dilakukan vaksin beberapa hari yang lalu di Kecamatan Kadur.
Sebelumya, sempat dapat tudingan dari beberapa aktivis, bahwa, beranggapan dengan banyaknya korban kejadian itu diduga adalah Malpraktek. bahwa terjadi kesalahan SOP dalam melakukan vaksinasi.
“Pada saat imunisisasi petugas dianggap melakukan kelalaian, diduga ketika dilakukan imunisasi jarum suntik sudah kondisi terbuka dan berisi obat vaksin. Jadi dianggap itu tidak steril,” kata Faisol warga setempat pada waktu lalu.
Namun, berbeda dengan Muzayyanah selaku Dokter Puskesmas Pademawu menyampaikan, bahwa kejadian yang di Kadur itu dianggap hanya siswa ketakutan saat di vaksin.
“Pemberian vaksin itu baik, yang tidak baik jika fikirannya ketakutan. Sebenarnya Vaksin itu bagus dari siswa yang kejadian seperti di kadur itu karena dirinya ketakutan dan ketakutan itulah yang menyebabkan berbahaya,” katanya Jum’at 23 /02/2018.
Kepala sekolah MAN II Baru Rambat Timur, Pamekasan No’man Afandi S.Pd menjelaskan, bahwa para siswa yang menolak untuk di vaksin ada 288 siswa itu hanya sebagian saja.
“Siswa yang menolak itu sekitar 228 dari 288 siswa, tetapi ada sebagian siswa yang orang tuanya ada di Dinas Kesehatan, sehingga proses imunisasi sudah dilakukan sebelumnya, jadi dari siswa 288 itu tidak semuanya,” tukasnya. (Imam/red)