Petani Kepulauan Sapudi Masih Gunakan Alat Bajak Tradisional untuk Persiapan Lahan

SUMENEP, (TransMadura.com) – Areal pertanian di wilayah Kabupaten Sumenep tidak semuanya dipersiapkan dengan peralatan modern, semisal mesin traktor dengan kata lain alat pembajak. Kamis, (22/2/2018).

Pada sejumlah desa terutama diwilayah kepulauan Kabupaten Sumenep masalah proses pengolahan lahan sawah maupun ladang masih ada yang memakai atau menggunakan alat tradisional yaitu berupa bajak yang ditarik dengan sapi.

Salah satu petani yang masih familiar dengan bajak tradisional tersebut antara lain Bapak Kusnadi yang mana ladang lahannya tersebut berada di wilayah binaan Kodim 0827 Sumenep tepatnya di Dusun Kemuning Desa Sumber kecamatan Nonggunong Kepulauan Sapudi Kabupaten Sumenep. Madura-Jawa Timur.

Kali ini Babinsa Desa Sumber Serda Alif sedang membantu petani membanjak lahan yang mau ditanami jagung. Disampaikan oleh Serda Alif memang benar adanya dengan kondisi demikian, masih banyak petani yang membajak sawah dengan memanfaatkan sapi peliharaannya

Meski tidak semua petani melakukannya, namun alat bajak tradisional tersebut masih menjadi andalan untuk mengerjakan lahan pertanian di wilayah Dusun Kemuning Desa Sumber kecamatan Nonggunong Kepulauan Sapudi Kabupaten Sumenep. ” imbuh Serda Alif”.

Hal itu dilakukan bukan berarti sejumlah petani tidak mau menggunakan bajak mesin atau traktor, karena situasi medan atau jalan menuju ladang atau persawahan yang tidak memungkinkan untuk menjangkau tempat tersebut.

“Kalau jaman dulu, pemandangan orang bajak pakai sapi sudah biasa, tetapi sekarang ini jarang dijumpai karena sudah berganti traktor mesin. “Sebab, kondisi daerah yang membuat sebagian petani di bilangan merasa kesulitan jika harus membawa bajak mesin atau traktor. “kata Kusnadi”.

Komandan Koramil 0827/20 Sapudi Kapten Arh. Catur Heri Wibowo juga menerangkan bahwasanya sebagi bagian kondisi area persawahan berada di perkebunan, sehingga membuat petani kesulitan jika harus menurunkan atau menaikkan traktor ke sawah, oleh karenanya mereka memilih menggunakan ternak sapi bajak tradisional. (Man/red)

Exit mobile version