SUMENEP, (Transmadura.com) –
Pulau Giliyang, Kecamatan Dungkek, Sumenep, Jawa Timur, yang mempunyai kekayaan oksigen terbesar kedua sedunia.Namun dengan kekayaan itu pada tahun 2020 tidak ada lagi kendaraan bermotor yang berdampak negative.
Hal itu disampaikan kepala desa Banraas, Kecamatan /Pulau Giliyang, pasca acara peresmian
beroperasinya pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) di Pulau Giliyang, pemilik kendaraan bermotor harus rela kehilangan kendaraan bermotor dipilau tersebut, dan akan digantikan kendaraan eletrik yang ramah lingkungan.
“Tahun 2020 sepeda yang pakek bensin harus hilang semua dan diganti sepeda elektrik,” kata Kepala Desa Banra’as H Mathur.
Menurut Mathur, upaya tersebut, untuk menjaga kualitas kadar oksigen, biar tidak tercemar dengan polusi asap kendaran dengan bahan bakar minyak. ” Karena ini dengan hasil tercatat penelitian LAPAN pada 2006, menunjukkan kadar oksigen di Pulau Giliyang berkisar 3,4 persen hingga 4,8 persen di atas normal,” Katanya.
Selain itu untuk memanfaatkan adanya listrik di Giliyang. Saat ini PLTD di Giliyabg telah resmi beroperasi sejak, Jum’at, 10 November 2017.
Sementara untuk pengadaan motor listrik secara masaal, nantinya pihak desa akan berkonsultasi dengan PLN dan Pemerintah daerah. “Memang butuh motor listrik, tapi pemanfaatannya kami masih nunggu. Apakah pihak PLN sendiri yang mengadakan atau pemerintah atau kami pihak desa,” jelasnya.
Anggota Komisi II DPRD Sumenep H Masdawi juga mendorong rencana tersebut. Saat ini di Pulau Giliyang telah ada dua unit motor elektrik.
Saat ini motor elektrik di Kabupaten Sumenep sudah mulai dipasarkan. Kekuatannya bisa menempuh 60 Km satu kali cas (isi batere).
“Memang ini harus dianggarkan dan diprogramkan. Ini demi memelihara kadad oksigen di sini (pulau giliyang),” jelasnya.
Selain memprogramkan pengadaan motor elektrik, pihaknya juga akan memprogramkan pengadaan kereta elektrik. Itu untuk menunjang wisata kedepan. “Kereta elektrik harus ada,” jelasnya.
Wakil Bupati Sumenep Ach Fauzi menyanbut baik gagasan tersebut. “Memang pembanguna destinasi wisata ini harus memerlukan dukungan dari semua pihak. Kami mendukunh itu (pengoperasian motor elektrik),” katanya.
Pengusaha muda itu juga mendorong adanya kereta elektrik. Bahkan dirinya mengaku telah lama berencana membangun kereta gantung di Giliyang.
Uapaya tersebut, kata Fauzi untuk mensukseskan agenda besar pemerintah daerah dibidang wisata, yakni Visit 2018. “Giliyang potensi wisatanya cukup bagus, dan butuh pengelolaan yang bagus pula. Apalagi Giliyang bagian dari wajah sumenep kedepan,” tegasnya. (Asm/Irwan)











