Tak Berkategori  

Banyak Lahan Dikuasai Investor, Warga Batu Putih Daya Melawan

Transmadura.com, Sumenep – Banyaknya lahan warga yang mulai dikuasai investor di Desa Batu Putih Daya, Kecamatan Batu Putih, Sumenep, Madura, Jawa Timur membuat warga setempat geram. Pasalnya, lahan itu merupakan lahan turun temurun dari nenek moyang para warga sekitar.

Informasi dari masyarakat setempat, lahan warga yang sudah dikuasai investor itu sudah mencapai puluhan hektar. Modusnya, para investor menggunakan nama warga lokal untuk menggelabuhi pembelian yang dilakukan. Harga yang dipatok pun tidak begitu mahal, ada yang hanya dibeli Rp 15 ribu per meter.

Kabarnya, lahan tersebut akan dijadikan investor untuk pengembangan wisata. Sebab, di lokasi itu ada wisata yang mulai ngetren, salah satunya wisata batu kapur. “Lahan warga memang sudah banyak dibeli. Makanya, kami warga setempat melakukan perlawanan,” kata Fathorraman, salah satu tokoh pemuda.

Dia mengungkapkan, salah perlawanan yang dilakukan, warga menolak pembangunan oleh investor, dan meminta warga untuk tidak menjual kepada warga dalam bentuk apapun. “Kami minta jangan ada yang menjual. Kami harus melindungi tanah leluhur. Salah satunya dengan rokat desa, menolak wisata yang menyengsarakan rakyat,” tuturnya.

Kepala Desa Batu Putih Daya Harno dalam sambutannya menjelaskan, pihaknya akan berada di garda terdepan menolak jika ada pihak investor yang mau menguasai lahan warga. “Kami akan berada di depan. Agar tidak ada lahan warga dikuasai investor,” ujarnya.

Acara penolakan investor itu dikemas dalam rangka doa bersama dan tausiyah. Hadir pada kesempatan tersebut ketua PC NU Sumenep Panji Taufiq, Ketua GP Ansor Em Muhri, K. Jurjis Nuzammil, pengasuh Sumber Tombet K. Ach. Mawardi dan juga mantan anggota DPRD Jatim Darwies Maszar. (asm/hy)

Exit mobile version