Pemkab Sumenep Terkesan Abaikan Keindahan Kota, DPRD Menyoal

SUMENEP, (TransMadura.com) –
Penataan tata ruang perkotaan di Sumenep, Madura, Jawa Timur dapat sorotan. Pasalnya, sorotan itu muncul pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kota Sumekar tidak memperhatikan terhadap keindahan kotanya.

Salah satu bukti yang menyolok, puluhan tanaman hias di simpang empat jantung kota ini terlihat banyak yang dibiarkan kering, bahkan sudah tidak sedikit yang punah.

Penyebabnya, akibat perawatan yang kurang maksimal dari instansi terkait, yakni Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman (DPRKP) dan Cipta Karya.

Padahal, pengadaan tanaman hias itu, memakai anggaran APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah). Namun, dalam perjalanan malah perawatannya tidak begitu diindahkan. Sehingga, ada kesan tak begitu peduli dengan penataan kota.

Baca Juga :   Dandim 0827/Sumenep Ikuti Peresmian 100 Titik Sumber Air dan Panen Raya Jagung Secara Virtual

Sekretaris Komisi III DPRD Sumenep M. Ramzi mengaku kecewa dengan instansi terkait yang terkesan tidak peduli dengan keberadaan tanaman hias tersebut. Padahal, keberadaannya bisa mendukung pada keindahan kota. “Mengapa tanaman itu kok malah dibiarkan kering, aneh bagi kami,” katanya.

Seharusnya, sambung dia, instansi terkait tidak hanya sekadar pintar melakukan pengadaan melainkan juga melakukan perawatan yang baik. Sebab, itu menggunakan uang rakyat.

“Sebenarnya tidak rumit, pemeliharaan itu kan bisa dilakukan apalagi tinggal menganggarkan di APBD,” ujarnya dengan nada serius..

Menurut dia, tanaman hias itu bukan baru, termasuk kondisi yang kering itu juga sudah lama, namun tidak diperhatikan. Seandainya mendapatkan perhatian, maka sudah dipastikan akan ada perawatan.

Baca Juga :   98 Hewan Kurban Disalurkan Said Abdullah Bersama Yayasan Fatimah Bin Said Gauzan dan DPC PDI Perjuangan

“Jadi, tinggal kemauan dinas terkait, jika berpangku tangan tentu saja ya gak ada pemeliharaan,” tuturnya.

Untuk itu, pihaknya meminta komitmen menjaga keindahan kota harus dilakukan oleh instansi. Kalau ada yang kurang pemeliharaannya, maka tinggal dianggarkan. “Kalau kering dan sampai punah, pemandangannya menjadi tidak indah dan menarik,” kesalnya.

Kepala DPRKP dan Cipta Karya Sumenep Moh. Jakfar belum bisa dikonfirmasi terkait hal ini. Saat dihubungi melalui sambungan telepon WA yang bersangkutan tidak menjawab.

(Asm/Red)