SUMENEP, (TransMadura.com) – Kerinduan puluhan tahun warga Dusun Sa’asa, Desa Lanjuk, Kecamatan Manding, akan akses jalan yang layak akhirnya berbuah manis. Sabtu pagi (1/8/2026), peluh berjatuhan di lokasi pembangunan Jembatan Belimbing saat prajurit TNI AD dan warga bertaruh tenaga menyulap ketertinggalan menjadi harapan baru.
Pukul 10.00 WIB, suasana Dusun Sa’asa mendadak hidup. Derap langkah personel Koramil 0827/03 Manding berpadu dengan riuk semangat warga lokal.
Tanpa jarak, baju dinas tentara dan kaos lusuh petani menyatu, bahu-membahu mengecor lubang pondasi tepi jauh jembatan hingga mengestafetkan batu-batu gunung berukuran besar.
Deretan material berat mulai dari truk pasir hitam, batu cor, hingga bentangan wiremesh terus diguyur ke lokasi pengerjaan sebagai fondasi kokoh jembatan penembus isolasi wilayah tersebut.
Batituud Koramil 0827/03 Manding, Peltu Agus Sugiyono, menegaskan bahwa tetesan keringat prajurit di lokasi adalah bukti nyata bahwa kami Prajurit tak pernah melupakan rakyat di pelosok.
“Setiap batu yang kami tata dan setiap semen yang kami tuang adalah bukti cinta TNI AD untuk warga Madura. Kami di sini bukan sekadar membangun bentangan beton, tapi mendobrak keterisolasian warga Desa Lanjuk agar anak-anak bisa sekolah dengan aman dan hasil panen warga punya harga jual,” tegas Peltu Agus Sugiyono.
Kehadiran tentara di pelosok desa ini menebar haru sekaligus pelecut semangat bagi warga. Sunarwi, salah satu warga setempat yang dari pagi tak berhenti mengangkut material, tak mampu menyembunyikan rasa bangganya.
“Bertahun-tahun kami mimpi punya jembatan yang layak, Mas. Dulu kalau mau melintas rasanya was-was. Hari ini lihat Pak Tentara bercucuran keringat bantu desa kami, dada saya rasanya sesak campur bangga. Kami bakal jaga dan rawat jembatan ini,” ungkap Sunarwi.
Pengerjaan yang berlangsung hingga selesai tersebut berjalan aman, tertib, dan tanpa hambatan. Program Bakti TNI AD untuk rakyat Madura di Desa Lanjuk hari ini menjadi bukti bahwa infrastruktur terbaik bukan hanya soal semen dan baja, melainkan tentang kepedulian yang nyata.











