SUMENEP, (TransMadura.com) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, akan melakukan sasaran Vaksinasi Covid-19. Bahkan, saat ini dinkes sudah melakukan rapat koordinasi untuk meluncurkan vaksin di kota keris ini.
Pasalnya, pelaksanaanya itu, memakai fasilitas kesehatan di kabupaten sumenep, termasuk fasilitas kesehatan pelabuhan.
“Pelaksanaanya ada tiga tahap, yaitu pertama tenaga kesehatan. pelmas (Pelayanan masyarakat) seperti TNI Polri, aparat hukum dan yang lainnya,” kata Kepala Dinas Kedehatan (Dinkes) Sumenep, Agus Mulyono, Rabu, (6/1/2021) kepada media ini.
Sedangkan pendaftaran, pihkanya mengatakan, melalui proses pendaftaran online. “Prosesnya harus mendaftar melalui online,” ucapnya.
Namun, sasaran yang sudah didata sementara ada 3.415 sasaran, meliputi 2.726 Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas). Sedangkan lingkup dinas kesehatan dan sekitarnya ada 128 sasaran, RSUD 387 sasaran, RSI 113 sasaran, dan SPSU ada 61 sasaran. “Ini sementara dan bisa bertambah,” jelasnya.
Sementara ini, pihaknya menerangkan yang sudah di terima Dinkes berupa APD (Alat Pelindung Diri) ada 840 paket. “Kemungkinan besok akan mengambil lagi APD di Provinsi dan akan didistribusikan sesaui kebutuhan di seluruh Satkes (Satuan Kesehatan) di Sumenep,” ujarnya.
Sedangkan pengiriman Vaksin Covid 19 dari Provinsi, Agus memastikan akan dilakukan pengawalan ketat, setelah mendapatkan perintah atau informasi dari provinsi untuk
mengambilnya sesuai jadwal.
“Saat ini kami masih menunggu kabar dari provinsi, dan akan dilakukan pengawalan dari berangkat sampai tiba di sumenep dan sampai pada tingkat kecamatan yang melibatkan Forkopimda, Forkopimka, tokoh masyarakat setempat.
Kenapa Vaksin ada pengawalan ketat, pihaknya menegaskan, vaksin ini betul betul aman yang berkaitan dengan suhunya tidak ada hambatan hambatan dalam perjalanan.
“Pengawalan akan dilakukan melibatkan Polres, Kodim, Dinas Kesehatan, BPBD, dan tim yang lain dan akan ada serah terimah Forkopimdan dan Bupati,” ucapnya.
Sedangkan, Vaksinasi Covid untuk masyarakat umum, mendapat giliran tahap berikutnya dengan mendaftar melalui online. “Nanti berikutnya akan dikabarkan kepada masyarakat, tapi nanti sasarannya umur 18 sampai 59 tahun,” tutupnya.
(/Asm/Fero/Red)











