SUMENEP, (TransMadura.com) –
Meninggalnya Ketua MUI Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, sebagai Pengasuh Pondok Pesantren Aqidah Usymuni Terate, KH A. Shafraji meninggalkan duka.
Salah satunya, Achmad Fauzi turut berbelasungkawa, atas wafatnya Ketua MUI Sumenep, yang merupakan sosok low profile, sederhana dan penuh persaudaraan.
Selain itu, Ide dan pemikirannya, untuk pembangunan Sumenep lebih baik juga patut diapresiasi. “Beliau tokoh yang bisa jadi penutan. Kehidupannya cukup sederhana dan sangat enak diajak berkomunikasi. Sekali lagi, kami merasa kehilangan,” katanya.
Namun, lanjut Fauzi, atas meninggalnya KH. Syafraji, Ketua MUI Sumenep. Semoga dilapangkan kuburnya, ditempatkan bersama orang-orang sholeh. Semoga husnul khatimah.
Dia juga menuturkan, untuk keluarga yang ditinggalkan, Ibu nyai Eva (Hj. Dewi Khalifah), Putra-putri beliau dan seluruh keluarga besar diberi kesabaran, ketabahan dan keiklasan.
“Semoga Almarhum diampuni dan diterima dihadapan Allah, Swt. Dan, semoga pengabdian semasa hidupnya mendapatkan ganjaran yang berlimpah dari Allah,” tuturnya.
Kiai Shafraji meninggal di RSUD Moh Anwar Sumenep, Senin pagi, 28 September 2020.
Sementara juga putra kedua Almarhum KH. Syafrawi, Gus Lukmanul Hakim. menuturkan, Sosok ayahnya yang sangat mengayomi kepada anak-anaknya dan para santri serta istiqomah dalam berjamaah.
Sehingga, jelas anak kedua ini, meski baru datang dari perjalanan dan masih capek, Kiai Shafraji tetap ke masjid untuk melaksanakan shalat berjemaah.
“Saya sebagai putra-putranya bersaksi bahwa beliau sosok ulama yang sabar,” ujarnya.
Kepada putra-putra dan para santrinya, Kiai Shafraji selalu menanamkan dan menjaga akhlak. Hormat kepada kedua orang tua dan orang lain.
“Sebab akhlak itu lebih penting dari pada apapun saja. Insyallah beliau khusnul khotimah,” tuturnya.
(Asm/Red)