SUMENEP, (TransMadura.com) – Dinas Peternakan dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Sumenep, program inovasi Lumbung Pangan menjadi konsep usaha dalam rangka simpan pinjam gabah (SPG).
Lumbung pangan menjadi wadah dan pemamfaatan potensi anggota kelompok tani yang ada di Kabupaten ujung timur pulau madura ini.
Hal itu disampaikan Kepala Bidang Ketersediaan dan Kerawanan Pangan DPKP Sumenep, Yanyan mengatakan, pemamfaatan kelompok tani yang saat ini berjumlah kurang lebih 3400 kelompok, untuk pengadaan gabah swadaya masyarakat.
“Pemamfaatan program lumbung pangan ini konsep tapi masih belum matang,” katanya.
Sehingga, dengan melakukan simpanan wajib sekali seumur hidup untuk menyimpan gabah. “Contoh kecil rata rata kelompok menyimpan gabah 25 kilo per anggota kalau di jumlah 1200 ton gabah kering giling dan bisa disimpan di masing masing gapoktan yang mempunyai lumbung itu sudah di fasilitasi daerah provinsi maupun pusat,” katanya.
Sedangkan untuk tahun ini, lanjut Yanyan, sedang persiapan melakukan ada 9 gapoktan yang akan kita berikan bantun pengadaan lumbung. “Sebelumnya sudah mempunyai 27 lumbung yang ada di kabupaten sumenep, bantuan pusat provinsi dan daerah,” ungkapnya.
Sehingga, semua lumbung yang ada bisa di mamfaatkan melalui kegiatan simpan pinjam gabah. “Kalau simpan pinjam gabah ini berjalan, dampaknya terhadap masyarakat untuk kegiatan lainnya bisa dilakukan dari gabah simpanan di jual pada saat waktu kekurangan gabah/paceklik, rata rata bisa menguntungkan beli disaat lebih murah saat panen,” ucapnya.
Dari hasil itu, kata Yanyan, bisa dijadikan penambahan modal atau dikembalikan pada masyarakat keuntungan gabah tunda jual tersebut, tergantung tehnis masing masing kelompok. “tapi itu bisa jadi modal dasar kegiatan di gapoktan,” ujarnya.
Sehingga program itu akan menjadi potensi bagi kelompok untuk mengembangkan usahanya. “Kalau sudah lumbung tersedia yang dilakukan pemerintah banyak cara simpan pinjam gabah itu bisa di giling dan dikemas bisa penyaluran bansos bagi masyarkat itu sendiri tergantung kebijakan nantinya,” jelas Yanyan.
Namun, saat ini, Yanyan menambahkan, dinas DPKP melakukan pendekatan dengan TNI agar progaram tersebut bisa berkolaborasi bersama dan sudah melakukan pendekatan secara personal dengan Dandim dan nantinya akan melibatkan gapoktan untuk melakukan pendalaman lagi.
Program nantinya, diharapkan tahun 2021 sudah bisa berjalan, karena sudah jelas SO baru tatanan baru dan kebijakan. “Mudah mudahan bisa diselaraskan. Karena ini sudah berjalan, tapi 2020 akan dimatangkan langkah tehnis,” tutupnya.
(Asm/Red)