Fattah Jasin Bisa Gandeng Ra Mamak, Pilkada Sumenep Bakal Alot

SUMENEP, (TransMadura.com) – Penundaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tak membuat spekulasi pasangan calon (paslon) terhenti, termasuk di Sumenep, Madura, Jawa Timur. Berbagai prediksi paslon terus mengemuka ke publik. Salah satu calon yang terus muncer adalah Fattah Jasin, Kepala Badan Kordinasi Wilayah (Bakorwil) Madura.

Bahkan, Fattah Jasin sudah mendapatkan surat tugas dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Sayangnya, hingga saat ini belum kepastian bakal calon bupati (bacawabup) yang akan mendampinginya bertarung dalam Pesta lima tahunan mendatang. Banyak nama yang disodorkan, ada Hairul Anwar, KH. A. Shalahuddin Warist atau Ra Mamak, Malik Efendi, Yunus dan sederet nama lainnya.

Dari sejumlah nama itu nama Ra Mamak punya peluang untuk mendampingi, jika mau. Sebab, dia bisa dijadikan representasi trah biru, atau kaum santri. Apalagi, dia mendapat sebagai Ketua DPC PPP Sumenep. Sehingga, dinilai akan menjadi magnet kekuatan politik yang tidak terbendung dalam pesta demokrasi. Meski saat ini Ra Mamak masih bersikukuh menjadi Bacabup.

“Apabila Ra Mamak mau menjadi Bacawabup Sumenep mendapingi Fattah Jasin, maka akan menjadi seru pertarungan Pilkada nantinya. Sebab, terdapat perpaduan birokrat dan Kyai. Sementara trah kyai atau kalangan santri masih menjadi daya tarik elektoral,” kata Pengamat Politik Imam Hidayat.

Dia mengungkapkan, perpaduan duet ini tentu sangat apik secara kalkulasi politik. Otomatis, akan menentukan pada raupan suara nantinya. “Jika sampai bergandeng tangan, maka akan menjadi calon yang tahan banting, dan menjadi sangat kuat dalam pertarungannya,” ungkapnya dengan serius.

Menurut Dosen Unija ini, pesta pilkada kota Sumekar ini akan berlangsung cukup alot, sebab ada trah santri di dalamnya. “Sebenarnya, menurut hemat kami ini pasangan ideal dan cukup akan membuat nyali pesaingnya ciut juga. Kami ingi Pilkada Sumenep berjalan dinamis,” tuturnya.

Sementara loyalis Ra Mamak H. Latib masih mengklaim jika pengasuh Annuqayah itu akan bertarung sebagai Bacabup bukan Bacawabup. “Tapi, nanti lihat saja perkembanganya, politik itu kan dinamis. Intinya saat ini masih sebagai Bacabup,” katanya. (**)

Exit mobile version