Tak Berkategori  

Pertengahan 2020 Pasar Tradisional Gayam Mau Dibuka, Kontraktor Menyisakan Hutang

SUMENEP, (TransMadura.com) –
Pembangunan proyek pasar tradisional di Kecamatan Gayam, Pulau Sapudi, Sumenep lebih satu tahun belum berfungsi. Pasalnya pembangunan dengan anggaran Rp 1,7 miliar dari APBD itu terlihat hanya ditempati hewan kambing.

“Pasar Kecamatan Gayam sampai saat ini belum dimamfaatkan. Padahal pembangunan pasar itu menelan biaya cukup besar mencapai Rp 1,7 miliar,” kata Aktivis LIPK, Ahmadi.

Dia menyayangkan, keberadaan pembangunan pasar yang sudah satu tahun lebih hanya ditempati hewanternak kambing berkeliaran.

Seharusnya, kata Ahmadi, pemkab sumenep sudah membuka pasar tersebut. “Ini kan menghambat masyarakat yang sudah menunggu untuk segera beroperasi,” ungkapnya.

Bahkan, selain itu, pihak rekanan masih meninggalkan tanggungjawab yang harus diselesaikan terhadap penyuplay material. “Pihak rekanan jangan menyisakan tanggunghawab yang harus diselesaikan,” ucapnya.

Sebab pihaknya sudah membuat perjanjian bermetrai dan difasilitasi pihak Polsek Sapudi, agar membayar sisa keuangan yang belum terbayar ke pihak pengadaan Material,” jelasnya.

Lanjutnya, bahwa pihak dinas
tidak punyak keberanian untuk membuka pasar tersebut, sebab menduga ada tekanan pihak lain, percuma keberadaan bangunan pasar hanya buang buang anggaran.

“Percuma, kalau pihak Dinas belum berani buka pasar itu, buang buang anggaran saja,” tegasnya.

Sementara, Kadisperindag Sumenep Agus Dwi Saputra, mengatakan pertengahan tahun 2020 pasar tradisional Kecamatan Gayam aka diselesaikan dibuka.
sebab masih lihat lihat permasalahan antara kontraktor dengan pihak penyuplay matreal.

“kalau dengan pihak dinas tidak ada hubungannya, pesolana mereka punya hutan piutang bukan urusan kami. tapi kita persuasif untuk mendekati pemborongnya dan butuh proses atau waktu,” ungkapnya.

Selain itu, pihaknya menjelaskan, dengan keterbatasan yang masih memikirkan pembangunan pasar pasar didaratan yang masih belum selesai, hanya nunda waktu. “Yang namanya manusia pasti ada masalah dan kesalahan, kita hanya lihat lihat dulu permasalahan pihak kontraktor, biar tidak ada permasalahan kedua belah pihak” ucapnya. (Fero/ Red)

Exit mobile version