Apel Konsolidasi Pasca Operasi Ketupat Semeru 2019 dan Persiapan PAM PHPU

SUMENEP, (TransMadura.com) –
Apel konsolidasi dalam rangka berakhirnya Operasi Ketupat Semeru 2019 dan persiapan PAM sidang perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU), kamis (13/6/2019) dilapangan Mapolres Sumenep Jalan Urip Sumoharjo No.35 Desa Pabian, Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Pada kesempatan itu, hadir Bupati Sumenep ( Dr. KH. A. Busyro Karim, M. Si). Komandan Kodim 0827 / Sumenep ( Letkol Inf Ato Sudiatna).
Kapolres Sumenep (AKBP Muslimin,S.I.K ). Kasi Pidum Kejari Sumenep (Benny Nuggroho S.B).
Pengadilan Negeri Sumenep (Saiful Anwar). Ketua Senkom Sumenep (Bambang S). Kasi Trantibum Satpol PP (Nur Hartatik).
KSOP Kalianget (Supriyanto).
Manajer PLN ( H Rudi Hartono).
Dishub Sumenep (Kawim)
Plt. Kadisperindang (R. M. Dihyah S). Jasa raharja (Firman Ari N).
Ketua DPC Organda Kab. Sumenep (R.B Agus Iriyanto). Kabag Humas dan Protokol (Joko Sigit Spraworo AP. M.Si).

Sementara pejabat Apel dipimpin oleh Kapolres Sumenep (AKBP Muslimin S.I.k) dan Komandan Kodim 0827 / Sumenep ( Letkol Inf Ato Sudiatna). Komandan apel (Iptu Maliyanto). Perwira apel (AKP Deddy Eka Apriyanto SH).

Pimpinan Apel menyampikan, bahwa polda jatim beserta jajaran  yang dibantu oleh seluruh stake holder di wilayah jatim telah melaksanakan ops ketupat semeru 2019 selama 13 hari terhitung mulai tanggal 29 Mei sampau dengan 10 juni 2019.

“Hal ini dalam rangka pengamanan hariraya idul fitri 1440 h di wilayah jatim,” ungkapnya.

Sehingga pelaksanaan operasi ketupat semeru Tahun 2019 ini, dinilai dapat berjalan lebih baik dari pada tahun-tahun sebelumnya dimana hal tersebut ditandai dengan lancarnya arus mudik dan balik  di wilayah jatim.

“walaupun ada beberapa titik yang masih terjadi kepadatan lalulintas seperti di exit tol karanglo Malang dan pertigaan mengkreng. Namun atas kerjasama dari beberapa pihak yang membantu Polda Jatim dalam operasi ketupat semeru tahun 2019, permasalahan tersebut dapat segera teratasi dengan cepat sehingga tidak menimbulkan kemacetan seperti tahun-tahun sebelumnya,” jelasnya.

Selain itu, kata Muslimin, indicator keberhasilan pelaksanaan operasi ketupat semeru 2019 adalah menurunnya angka kecelakaan lalu intas secara signifikan. kuantitas maupun kualitas. “Semua itu berdasarkan hasil anev ops ketupat semeru tahun 2019 dimana angka lakalantas menurun 54 persen,” ucapnya.

Sedangkan pada tahun sebelumnya 2018 sebanyak 374 kejadian sedangkan tahun 2019 sebanyak 171 kejadian). “juga untuk pelanggaran lalulintas mengalami penurunan sebesar 22 % (tahun 2019 sebanyak 16.500 pelanggar. sedangkan tahun 2018 sebanyak 21.212 pelanggar,” tukasnya.

Reporter : Asm/Pendim
Editor : Red

Exit mobile version