PAMEKASAN, (TransMadura.com) – Lahir di daerah pedesaan yang jauh dari kecanggihan teknologi, bukan jaminan akan menjadikan generasi intelektual rendah.
Hal itu dibuktikan Dhofir Cs Mahasiswa Pendidikan Matematika Universitas Madura, Pamekasan, Jawa Timur.
Dia hanya berbekal otak gemilang yang didukung ketekunan dan kekompakan dari Kelompok PKM UnirA “Dhofir, Durroh Halim, Sayyidatun Nisa” serta dampingan Dosen Pembimbingnya.
Mereka mampu membawa permainan tradisional yang dipoles sedemikian rupa dan dibiayai langsung oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Ristekdikti).
Dalam permainan tradisional, terdapat konsep matematika yang tersembunyi. Anak Madura khususnya hanya bermain tanpa mengetahui konsep-konsep apa yang bisa dia dapat.
Padahal, pelajaran matematika sangat bermanfaat sebagai ilmu dasar untuk penerapan di bidang lain. Namun pentingnya peranan matematika dalam kehidupan tidak didukung dengan fakta yang terjadi di lapangan.
Saat ini, di Indonesia, khususnya di Madura, hasil belajar matematika siswa sekolah masih tergolong rendah dan masih merasa bahwa pembelajaran matematika sangat susah dipelajari.
Sisi lain, meskipun manfaat permainan tradisional sangat banyak bagi tumbuh kembang anak, tidak banyak orang tua yang mengetahui manfaat tersebut.
Bahkan orang tua sangat jarang masih mengingat bagaimana memainkannya dan jarang menceritakan permainan tradisional yang pernah di mainkan dulu pada anak anaknya.
“Hal ini tentu membuat eksistensi tradisional semakin tidak diketahui oleh masyarakat luas, Ujar Dhofir mahasiswa semester enam MTK FKIP UNIRA. (16/05/19).
Sebuah solusi inovatif diteliti untuk mengatasi masalah di atas, yaitu Loteng. Loteng singkatan dari selodor bhanteng, dalam artian penyatuan permainan tradisional yaitu selodor dan bhanteng yang dikemas semenarik mungkin tanpa menghilangkan keaslian masing-masing.
“Permainan ini, yang dapat mempertahankan budaya tradisional dan menanamkan konsep matematika pada anak Madura,” jelasnya.
Sementara, Dosen pembimbingnya, Moh. Zayyadi, selama ini pihaknya selalu mendorong Mahasiswanya untuk bisa berprestasi. Salah satunya dengan memberi bimbingan. “Kami sangat serius kepada anak didik. Termasuk memberikan pendampingan khusus, “ujar Moh. Zaiyadi Dosen muda yg biasa di panggil Jai. (Madi/Red)