Tak Berkategori  

Dugaan Perselingkuhan Oknum Kadis Masuk Pemanggilan Saksi

SUMENEP, (TransMadura.com) – Oknum salah satu Kepala Danas (Kadis) di Kabupaten Sumenep menyita perhatian warga. Pasalnya beberapa hari ini warga nitizen dihebohkan dengan oknum yang diduga kasus perselingkuhan yang ramai dibicarakan.

Pekan ini viral video oknum Kadis yang diduga digerebek istri dan keluarganya disalah satu rumah di Kecamatan Kota.

Oknum kadis itu digerebek karena bersama selingkunghannya. Meski, dalam video, wanita itu sudah dinikahi siri. Bahkan, sempat terjadi cekcok. juga sempat media bersama Kepala Desa Setempat
dilokasi.

Kabar tersebut, terendus pihak inspektorat dan melakukan penelusuran terkait adanya rumor yang berkembang. Namun inspektorat sudah mengambil langkah langkah.

Kepala Inspektorat Sumenep, R Idris mengatakan bahwa pihaknya telah mendengar kasus tersebut dan sedang di proses bahkan Idris menyampaikan sudah di dilakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi untuk menguak fakta yang sebenarnya.

“Laporan sudah masuk ke meja kami dan tiga saksi sudah dimintai keterangannya”, ucap R. Idris, Jum’at (22/02)

Bahkan, kata idris, Salah satu saksi yang telah dimintai keterangan yakni kepala desa Kolor dan selanjutnya akan memanggil oknum yang telah diduga selingkuh.

“Apabila keterangan dari beberapa saksi sudah selesai maka permasalahan ini akan di bahas di rapat Tim Adhock diantaranya BPKPSDM bagian hukum dan inspektorat”, paparnya.

Lanjut Idris, menyampaikan seorang abdi Negara boleh beristri lebih dari satu, namun harus ada surat pernyataan dari istri pertama juga harus ada surat rekomendasi dari Bupati.

“Apabila nantinya ditemukan pelanggaran tinggal menunggu sanksi saja, apa sanksi berat dengan pemecatan atau sanksi ringan sesuai dengan peraturan yang berlaku”, ungkap Idris.

Setiap Aparatur Sipil Negara (ASN), menurut idris yang melakukan perselingkuhan akan di non aktifkan sebagai ASN .

“Selama ini Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang melakukan perselingkuhan di non aktifkan sebagai ASN, seperti yang telah terjadi di tahun 2018”, pungkas Idris. (Asm/Red)

Exit mobile version