SUMENEP, (TransMadura.com) – Polemik dugaan adanya oknum Aparatut Sipil Negara (ASN) di Kecamatan Masalembu, Kabupaten Sumenep yang terlibat aktif mengkampanyekan salah satu calon legislatif (Caleg) pada pemilu 2019 mendapat tanggapan dari kalangan aktivis.
Salah satunya, DPC Lembaga Independen Pengawas Keuangan (LIPK) Sumenep, Saifiddin menyebut adanya dugaan keterlibatan ASN yang ikut mengkampanyekan dan mengarahkan masyarakat untuk memilih salah satu calon tertentu.
Namun dengan hal ini dia menuding akibat dari ketidak tegasan pihak pengawas, dalam hal ini Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam).
“Sebenarnya keterlibatan oknum ASN dalam kampanye politik praktis tersebut mencerminkan lemahnya tim pengawasan dari panitia pengawas pemilu ditingkat kecamatan,” katanya kepada media ini, Rabu (06/02/2019).
Lanjutnya, seharusnya seorang ASN bersikap netral dalam penyelenggaraan pemilu sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 5 tahu 2014 tentang ASN. Bahwa penyelenggaraan kebijakan dan manajemen ASN berdasarkan pada asas netralitas.
“Kemudian pihak pihak yang bertanggung jawab atas persoalan ini, jangan sampai dibiarkan melakukam aksi kembali untuk politik praktis, jangan sampai masyarakat di didik dengan politik yang tidak baik, didiklah masyarakat terutama PNS berperilaku yang netral pada musim politik sekarang,” tukasnya
Sementara itu Ketua Panwascam Masalembu Nurul Hidayati membantah tentang adanya oknum ASN yang terlibat kampanye. Nurul mengklaim sesuai investigasi yang dilakukan pihaknya tidak menemukan adanya keterlibatan oknum ASN yang berkampanye.
“Kalapun masyarakat setempat menemukan Oknum ASN yang diduga terlibat kampaye politik untuk salah satu calon legislatif, maka kami sangat memberikan ruang terbuka untuk dilaporkan kepihak Panwas Kecamatan,” kilahnya dengan nada sinis.
Sebelumnya, Kantor Kecamatan/Pulau Masalembu, Sumenep, Madura, Jawa Timur, didatangi sejumlah warga mempertanyakan adanya dugaan oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) berkampanye dari salah satu Calon Legislatif (Caleg), Senin (4/2/2019).
Modusnya, oknum ASN kecamatan itu diduga mengajak dan mengarahkan sejumlah orang untuk “memilih” caleg DPRD Jatim dan DPRD Sumenep dari parpol tertentu. Bahkan, informasinya, juga ikut menyebar stiker paslon dimaksud.
Kedatangan mereka diterima camat Masalembu Heru Cahyono dan Sekcam Hamka. Mereka melakukan dialog terkait keterlibatan oknum ASN dalam membolisasi massa untuk Caleg. Selain itu, mereka juga meminta para abdi negara untuk menjaga netralitas dalam pemilu 17 April mendatang.
“Kami sengaja datang ke sini, karena ada ASN di sini yang mengampanyekan caleg DPRD Jatim dan Daerah. Padahal, ASN itu harus netral posisinya, ” kata Akib salah satu warga Asal Sukajeruk, Masalembu.
Dia menegaskan, seharusnya ASN tidak cawe-cawe urusan politik apalagi sampai mengajak dan memobilisasi massa. Makanya, pihaknya meminta camat untuk bertindak tegas. “Dia mengajak orang untuk mencoblos salah satu paslon. Jadi, lucu ASN begitu, ” ungkapnya.
Apabila tidak ada tindakan, terang dia, pihaknya akan melakukan aksi ke kantor kecamatan. “Tentu saja, ini harus ada tindakan. Kami akan melakukan aksi lebih besar lagi, ” tuturnya dengan nada datar.
Hal yang sama diungkapkan Hasan Basri pihaknya hanya melakukan audensi. Sebab, pihaknya tidak mau ada ASN yang terlibat. “Disana juga ada Panwas dan PPK yang menemui kami, ” tutur salah satu tim sukses Caleg DPRD beda partai ini. (Asm/Red)











