Reposisi Ketua DPRD Sumenep Belum Ada Titik Terang, Ini Kata H Herman DK

SUMENEP, (TransMaduracom) – Reposisi Ketua DPRD Sumenep, H Herman Dali Kusuma menyita perhatian publik selama ini, bahkan, akan dikeluarkan keanggotaan dari DPC Partai besutan KH Abdurrahman Wahid (Gusdur). Namun, hingga kini belum menemukan titik terang.

Sementara, Surat melalui DPP PKB, melalui fraksi PKB telah bergulir di Sekretariat DPRD, Badan Musyawarah (Bamus) belum menjadwalkan paripurna untuk membacakan surat yang dilayangkan tersebut.

Ketua DPRD Sumenep Herman Dali Kusuma mengatakan sampai saat ini Bamus belum menjadwalkan rapat paripurna untuk membacakan surat tentang reposisi Ketua DPRD dari H Herman Dali Kusuma kepada Dul Siam.

“Belum ada jadwal khusus itu (reposisi),” katanya saat ditemui di ruang kerjanya.

Kader DPC PKB Sumenep ini menyampaikan, sesuai hasil rapat Bamus terbaru, pekan ini hanya rapat paripurna tentang APBD 2019 hasil evaluasi Gubernur Provinsi Jawa Timur.

“Besok malam rapat paripurna pengesahan APBD hasil pembahasan Timgar dan Banggar atas evaluasi Gubernur,” jelasnya.

Padahal, kata politisi asal kepulauan ini, secara institusi dirinya telah memerintahkan kepada Bamus untuk menjadwalkan rapat paripurna tentang reposisi Ketua. Namun, hingga saat ini belum digelar.

“Saya sudah perintahkan untuk dijadwalkan di Bamus, tapi hingga saat ini belum ada kejelasan di Bamus,” tegasnya.

Ketua DPRD Sumenep, Herman DK, sebelumnya diusulkan diganti dari posisi ketua, karena dinilai tidak bisa melaksanakan tugas sebagai ketua dewan secara maksimal.

Namun, dia sempat melawan dengan melaporkan DPP, DPW dan DPC PKB ke PN setempat. Meskipun pada akhirnya laporannya dicabut.

Akibat laporan itu, surat DPP yang masuk ke pimpinan dewan tidak bisa dibacakan pada rapat paripurna dewan. DPC PKB setempat akhirnya mengancam akan memecat keanggotaan H.Herman dari partai. Setelah partai melakukan klarifikasi, Herman siap mencabut laporan dan siap membacakan surat rekomendasi partai hingga 31 Oktober 2018.

Sebagai sikap tegas, H. Herman juga telah menyuruh supir pribadinya mengembalikan mobil dinasnya. Meskipun secara administrasi belum ada berita acara pengembalian mobil plat merah itu. (Asm/Red)

Exit mobile version