Tak Berkategori  

Pemkab Sumenep Tutup Mata, DLH Tak Diperhatikan Armada Dibiarkan Panasan Dan Kehujanan

SUMENEP, (TransMadura.com) –
Pemerintah Kabupaten Sumenep,
Terkesan tak perduli dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Faktanya, ketidak perdulian Pemkab, kantor DLH sampai saat ini masih belum jelas alias numpang.

Kondisi yang sangat memperihatinkan, pemkab memakai paradigma, yang sering kali terpikirkan oleh manusia DLH tak ubahnya seperti “sampah” yang sudah tidak berguna. sehingga harus di biarkan dan tidak perlu diperhatikan.

Padahal, selama ini ada beberapa peraturan yang berkaitan dengan sampah sesuai UU no 23 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup pasal 69 & 88, UU no 18 tahun 2008 tentang pengelolaan sampah, PP no 81 tahun 2012, tentang pengelolaan sampah.

“Padahal, pemerintah berkewajiban memfasilitasi, memanfaatkan, mengembangkan upaya pengurangan dan penanganan sampah, tapi bagaimana dengan pemkab Sumenep selama ini,” kata Ketua Forum Masyarakat Inspiratif (Formatif) Moh Fadal.

Menurutnya, ketidakpedulian pemkab Sumenep terhadap DLH, kantornya masih numpang milik kemeterian Pertanian.

“Kantor nya saja masih milik Kementerian pertanian, Kalau berbicara kontribusi ke pemerintah, Justru dinas kebersihan berkontribusi terhadap kebersihan pasca berbagai event, yang diselenggarakan oleh pemkab Sumenep, Mereka justru disingkirkan dan di terbengkalai kan,” ungkapnya.

Mirisnya lagi, kata Fadal, Armada mobil Truk pengangkut sampah yang menjadi pendukung adipura, justru diletakkan dititipkan dihalaman KPU Desa Kebonagung, dipanaskan dan kehujanan, seperti tidak ada harganya.

“Ini adalah penunjang sumenep kota bersih yang selalu dapat penghargaan Adi Pura, terus mana perhatian pemkab, fasilitas seperti tidak ada harganya,” ucapnya.

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3, Agus Salam, menyampaikan, Armada pengangkut sampah memang sementara ini ditaruh di Desa Kebonagung, sebab tidak ada tempat lagi.

“Mau gimana lagi, bisa dilihat kantornya aja tidak ada halamannya yang luas, kalau kantor yang sebelumnya mending ada tempatnya, tapi sekarang kan sudah ditempati kantor Disbudparpora,” jelasnya. (Asm/Red)

Exit mobile version