SUMENEP, (TransMadura.com) –
Masuk musim hujan tahun ini petani di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, keluhkan kelangkaan bibit unggul jagung. Pasalnya, hujan pertama kebiasaan petani serentak untuk tanam jagung.
Wakil Ketua Pemuda Tani Jawa Timur (PT-Jatim), Moh Rusdi, mengatakan, Pada musim tanam tahun ini petani jagung di Sumenep banyak mengeluh karena kesulitan untuk mendapatkan bibit jagung,
“Kami selaku wakil ketua pemuda tani jawa timur mengharapkan dispertahortbun bisa turun tangan untuk mengatasi kelangkaan bibit tersebut,” katanya, jum’at (9/11/2018)
Menurut Rusdi, pada musim tanam hujan pertama menjadi kebiasaan petani tanam jagung. Sebab selama selama ini para petani udah terbiasa menanam bibit unggul sekarang sangat susah untuk mencari bibit yg di harapkan petani.
“Saya sebagai petani di Kecamatan bluto sulit mencari bibit unggul jagung hibrida,ditoko toko tidak ada, dinas mungkin ada solusi untuk kesulitan petani dengan kelangkaan bibit jagung ini,” harpnya.
Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Holtikultura Dispertahotbun Sumenep, Abe Hajat menyampaikan, bahwa tahun ini sementara tidak ada bantuan bibit jagung hibrida dari pusat untuk kelompok tani. Sebab tidak ada perluasan lahan areal tanam baru.
“Cuman kemarin ada surat dari pusat, bantuan untuk kelompok melalui yayasan yang mengusulkan. Kami disini hanya menyetujui,” katanya.
Maka dari itu, lanjut hajat, bantuan bibit unggul jagung hibrida anggaran APBD dan APBN tahun ini dipastikan tidak ada, namun saja kalau petani butuh bibit mau beli kami bisa nyambungkan ke penyedia.
“Sebab di Sumenep agen yang jual jagung hibrida bisa pesen langsung PPL wilayah, sebab tahun ini bantuan bibit tidak ada karena tidak ada perluasan lahan baru,” tukasnya. (Asm/Red)