SUMENEP, (TransMadura.com) –
Terkait keluhan warga Desa Cangkreng, Kecamatan Lenteng, tentang jebolnya tanggul Sungai kali Saroka yang mengakibatkan luapan air merendam puluhan hektar tanaman padi masyarakat pada 2017 lalu. Namun hal ini pihak Desa terkesan acuh tak acuh untuk memperbaiki tanggul yang rusak, bahkan malah mendorong masyarakat untuk berswadaya gotong-royong.
“Desa belum menganggarkan dari Dana Desa (DD) untuk membangun itu, katanya masyarakat sudah mau gotong royong,” kata Rusdi Sekretaris Desa Cangkreng, saat dikonfirmasi melalui telepon genggamnya, senin (22/10/2018).
Rusdi berdalih, pembangunan bronjong yang berwenang Dinas Pengairan. Pihaknya sudah melakukan koordinasi, bahkan, sudah dibahas pada Murenbangdes pada saat itu Dinas Pengairan menyampaikan masih akan diupayakan. “Pihak Dinas pengairan sudah melakukan cek kelokasi, akan mengupayakan,” ungkapnya.
Sayangnya Kepala Dinas Pengairan Sumenep, Ir. Eri Susanto, M.Si tidak merespon saat dihubungi melalui telepon selulernya, walau kedengaran aktif.
http://www.transmadura.com/2018/10/21/warga-cangkreng-gotong-royong-tanggul-cebol-pemkab-dan-desa-tutup-mata/
Sementara, sebelumnya kekhawatiran warga Desa Cangkreng, terjadinya banjir, menjelang musim hujan mengambil jalan alternatif dengan kerja gotong royong untuk membuat tanggul yang disapu banjir lalu.
Lahan dan rumah terdampak luapan air sungai meliputi tiga desa yaitu, Desa Cangkreng, Desa Meddelan, dan Desa Sendir, Sampai merendam puluhan hektar tanaman padi, akibat tanggul sungai cebol.
Hal ini dapat protes dari warga, bahwa selama ini tidak ada perhatian pemerintah desa maupun pemkab Sumenep, Madura, Jawa Timur, untuk memperbaiki tanggul yang rusak tersebut.
“Karena ini akan menghadapi musim penghujan , sehingga Kekhawatiran masyarakat setempat muncul menjelang musim penghujan mengambil langkat alternatif kerja sendiri memperbaiki tangngul dengan cara swadaya gotong – royong,” kata warga setempat Sutrisno, disela sela kerja gotong royong kepada media ini, minggu (21/10/2018).
Dia memaparkan, selama ini Kepala Desa (Kades) Cangreng, tidak pernah merespon terhadap tanggul yang rusak. Bahkan sampai detik ini, tidak ada informasi kepada masyarakat untuk memperbaiki tanggul tersebut.
“Selama ini tidak ada perhatian sama sekali dari pihak Desa, anggaran DD kan cukup besar, harusnya ini diperioritaskan dulu, sebab menyangkut penghasilan petani. Sementara ya, kami warga khususnya Dusun Dedder, RT 005 RW 002 bekerja secara gotong royong atau swadaya,” keluhnya. (Asm/Fero/Red)