SUMENEP, (TransMadura.com) – Guncangan gempa berkekuatan 6,4 SR, yang melanda di Kepulauan Sapudi pada Kamis (11/10) lalu, tak seluruhnya menghancurkan bangunan masjid.
Aktivitas ibadah oleh warga Masyarakat terus mereka laksanakan dengan keadaan seadanya. Jum’at (19/10/2018).
Tak kurang dari 180 orang berkumpul Di Masjid Martaul Muridi, tampak bapak-bapak TNI, laki-laki tua, muda, dan anak-anak yang duduk bersila bebaur bersama untuk menunaikan ibadah sholat Jumat.
Ada juga yang memilih berdiri sembari menyimak khutbah Jum’at yang disampaikan khatib walaupun hanya dalam waktu 15 menit.
“Ini cobaan. Kita semua harus bersemangat dan bangkit,” kata Durahman dalam khotbah sholat Jumat. Suasana itu menjadi gambaran sholat Jumat warga korban gempa Sapudi di tempat pengungsian.
Salah satu warga di pusat pengungsian Desa Prambanan yaitu Bapak Nur Hasan seusai melaksanakan shalat jum’at mengatakan, kehidupan harus tetap berjalan meski sedang dalam ujian berat. Musibah, menjadi pengingat serta introspeksi diri untuk kita semua.
Dengan segala keterbatasan di lokasi pengungsian, warga desa Prambanan bersyukur karena bantuan dari TNI – Polri berserta instansi terkait terus berdatangan. Termasuk pelayanan dapur umum dari bekangdam V/Brw dan pelayanan kesehatan dari Puskesmas Gayam tiap harinya. (Man/Red)











