PAMEKASAN, (TransMadura.com)- Sejumlah Mahasiswa yang tergabung di Organisasi Gerakan Mahasiswa Pasca Reformasi (GEMPAR) turun aksi ke Kampus Institut Agama Islam Negeri Madura (IAIN Madura) Pamekasan, Jawa Timur, Kamis, (30/08/2018).
Ratusan Mahasiswa yang turun aksi tersebut merasa tidak puas terhadap kebijakan rektorat, pasalnya ada indikasi pungli pada saat Pengenalan Budaya Akademik (PBAK 2018).
Mereka menuding ada oknum panitia Pengenalan Budaya Akademik Kampus (PBAK) melakukan Pungutan Liar (Pungli) sebanyak 20 ribu dari 2.276 mahasiswa baru dengan alasan untuk pembayaran buku PBAK dan kaos.
“Kami sudah punya data, termasuk panitia yang jadi pendamping dan dalton, dengan bukti tersebut kami menduga bahwa ini salah satu pengkerdilan terhadap mahasiswa,” Teriak Saiful Petuah, selaku korlap aksi.
Ia pun akan mengawal kasus tersebut ke pihak yang berwenang apabila pihak rektorat tidak bertindak dalam satu kali 24 jam.
“Jika dalam jangka satu kali 24 Jam tidak adak respon dan konfirmasi maka kami akan malaporkan kepada pihak yang berwenang,” ancamnya.

Moh. Hasan Wakil Rektor III IAIN Madura saat menemui massa aksi terkesan alibi,
Ia menegaskan bahwa pihak rektorat tidak pernah memerintahkan kepada panitia PBAK untuk menarik sumbangan kepada mahasiswa baru sebesar 20 ribu, bahkan pihaknya mengatakan tidak tau menau akan adanya pungli yang dilakukan oleh oknum panitia PBAK.
“Jika memang ada, maka pihak rektorat akan menindak lanjuti kejadian tersebut, kemudian kalau dari pihak rektorat samasekali tidak ada, jadi kemungkinan dari tingkat pendamping,”Kilahnya. (Basri/Red)