SUMENEP, (TransMadura.com) – Pengelolaan Asta Blingi di Desa Gendang Timur, Kecamatan Gayam, Pulau Sapudi, Sumenep, Madura, Jawa Timur, hingga saat ini masih misteri. Sebab, H Moh. Noer penerima SK jaga yang dikeluarkan oleh Bupati Sumenep, Soegondo, pada tahun 1987, wafat pada November 2017 .
Walau demikian, warga Gendang Timur saling bahu membahu membangun fasilitas Asta Wirokromo yang selalu dikeluhkan peziarah.Seperti, McK, tempat wudhu’ dan atap jalan menuju Asta.
Ahmad Afandi ketika di temui TransMadura, sabtu (4/8/18) mengaku, bahwa ia salah satu keturunan cicit agung monabi ( juru kunci pertama) asta wirokromo dan merasa bersyukur karena berbagai fasilitas Asta Blingi mulai ada perbaikan. Hal itu tak lepas dari keperdulian masyarakat setempat untuk merawat Asta Blingi.
“Bayangkan, biaya pembangunan Rp 80 juta bisa diatasi bersama warga tanpa mengedarkan sumbangan ke luar. Ini bukti nyata keperdulian warga terhadap Asta wirokromo Blingi dan sangat jelas semangat warga bukan mau numpang makan ke Asta,” ucapnya, dengan nada serius.
Menurutnya Afandi, Sebagaimana diketahui, sejumlah masyarakat Gendang Timur berinisiatif untuk mengelola Asta Blingi secara bersama dalam naungan Yayasan. Sambil menunggu proses ijin pengelolaan Yayasan dari Pemkab Sumenep, masyarakat secara suka rela memperbaiki fasilitas yang selama ini dikeluhkan para peziarah.
Sementara saat ini pendapatan kotak amal hasil peziarah sejak 2 bulan lebih hampir mencapai Rp 40 juta. “Bulan Juli kemarin pendapatan yang tertulis di papan sebesar Rp 33,279000 juta,” terangnya. (Fero/Red)