Tak Berkategori  

Penyaluran Zakat Fitrah Pemkab Sumenep Dengan Cara Berbeda

SUMENEP, (TransMadura.com) – Penyaluran zakat fitrah kepada fakir miskin yang dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) melalui Dinas Sosial (Dinsos) Sumenep, Madura, Jawa Timur, dengan cara berbeda.

Penyaluran zakat fitrah tersebut digelar di depan masjid Jamik dengan mengunakan baju ala kraton pada jaman dahulu, dengan mengarak bupati sumenep diiringi
berbagai musik klasik adat, seperti hadrah.

Bupati Sumenep, A. Byusro Karim menjelaskan, penyerahan zakat fitrah kraton itu tidak hanya dilestarikan saja, melainkan, para raja-raja tempo dulu ingin memberikan contoh terhadap masyarakat untuk melaksanakan zakat.

“Jadi, zakat fitrahnya dibawa dari kraton ke masjid jamik ini agar bisa diketahui oleh masyarakat dan masyarakat sendiri bisa melaksanakannya,” katanya, Senin (11/6/2018).

Dia menambahkan, masyarakat tidak hanya bagaimana melakukan dan melaksanakan zakat fitrah, tapi itu siar islam, agar islam terus menggemma ditengah tengah masyarakat kabupaten sumenep.

“Kalau kita bisa terus melestarikan zakat fitrah ini maka suatu hal yang mulia. Karena disini sudah ada contoh konkrit dari raja untuk berzakat. Sebab cerita dulu penyerahan zakat di malam hari dengan menggunakan obor,” paparnya.

Sementara Kepala Dinsos Sumenep, R. Aminullah menyampaikan, dilaksanakannya penyerahan zakat fitrah menumbuhkan rasa saling berbagi untuk meringankan beban masyarakat kurang mampu dan memberikan nilai positif dalam hal sadaqah.

“Masyarakat yang kurang mampu merasa terbantu dan begitu pula sebaliknya masyarakat yang mampu bisa saling berbagi. Sementara pengumpulan hasil zakat yang terkumpul sebesar Rp 85.560.000 juta atau 2.820.000 ribu paket,” tuturnya. (Red)

Exit mobile version