SUMENEP, (TransMadura.com) –
Sungguh memprihatinkan jelang Hari Raya Idul Fitri, nasib Guru Honorer Kategori dua (K2) di Sumenep, Madura, Jawa Timur, tidak mendapatkan Tunjangan Hari Raya (THR), dengan gaji insentif setiap bulan Rp.350.000 hingga saat ini belum juga ada kejelasan/tidak cair.
Hal itu disampaikan Ketia Guru Honorer K2 Sumenep Abd Rahman, bahwa, hari lebaran nanti tidak dapat tunjangan hari raya,
“Nasib kita pada lebaran tahun ini sangat ironis. Kita terancam hari lebaran nanti, tidak dapat tunjangan,” katanya.
Ia menilai pemerintah terkesan pilih kasih. Namun perintah seharusnya K2 juga dapat perhatian sesuai dengan perjuangan dengan pengabdian untuk mencerdaskan anak bangsa.
“Sangat tidak adil pemerintah, sementara PNS sendiri dapat THR, apalagi juga dapat gaji ke-13, lantas K2 gigit jari, padahal pengabdiannya luar biasa” ujarnya.
Rahman menjelaskan, dana insentif yang mestinya cair untuk digunakan saat lebaran, sampai sekarang belum juga ada kejelasan.
“Harapan untuk cair sangat kecil karena besok (Jum’at, 08/06/2018) sudah merupakan hari terakhir masuk kerja. Mulai lusa kantor dan perbankan sudah akan libur panjang. (Asm)