SUMENEP, (TransMadura.com) —
Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumenep, Madura, Jawa Timur, disoal terkait dengan hasil rekruitmen Tenaga Inumerator Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 yang diduga hasil rekruitmen tersebut ada “main mata”.
Hal itu disampaikan Badrul Jamali selaku orang tua peserta tes kepada media melului sambungan telepon. Bahwa ada indikasi, sejumlah peserta yang lulus untuk mengikuti tes wawancara diduga tidak memenuhi syarat. Salah satunya, ada yang tidak memiliki STR (Surat Tanda Registrasi). Padahal, STR merupakan syarat pendaftaran. Ini yang membuat orang tua peserta tes geram.
“Melihat hasil Pengumuman tes peserta yang lulus ke wawancara ternyata ditemukan tidak memiliki STR. Padahal, saat pendaftaran ini menjadi syarat, ” katanya.
Padahal badrul, anaknya sudah memiliki STR namun tidak dinyatakan lulus. “Kami memgetahui sebab ada beberapa yang ikut teman anak saya, dan ternyata dinyatakan lulus. Ini sangat aneh,” ungkapnya.
Bahkan, menurut Pria Asal Payudan, pihaknya menduga ada permainan. Apalagi, selain masalah STR, juga ada beberapa orang yang lulus merupakan pegawai yang sukwan di Dinkes. “Kami sangat menyesal dengan rekruitmen ini. Seharusnya, ini dilakukan secara profesional, ” tuturnya.
Kepala Dinkes A. Fatoni belum bisa dimintai keterangan terkait masalah ini. Saat dihubungi melalui sambungan telepon namun dialihkan.
Sementara sekretaris Dinkes Agus saat dihubungi melalui Sambungan telepon mengaku belum bisa menjelaskan terkait masalah ini. Sebab, pihaknya sedang rapat. “Saya masih rapat, ” ujarnya.
Reporten : Asm
Editor : red