PAMEKASAN, (TransMadura.com) – Produksi batik di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur rupanya semakin menurun. Hal itu disebabkan karena pemasaran batik terus merosot. Rabu(21/02/2018)
Merosotnya penjualan batik, tersebut sudah berlangsung sejak tiga tahun belakangan. Akibatnya, banyak pengrajin batik di kota gerbang salam tersebut menghentikan produksinya.
Hal ini sangat disayangkan oleh sejumlah pihak, karena di Dinas Perindustrian dan perdagangan(Disperindag) Pamekasan, ada dana regulasi untuk pengembangan batik dan juga dana promosi batik.
“Kalau penjualan batik di Kabupaten Pamekasan ini, bisa anjlok. berarti sosialisasi dan pengembangan dari batik itu sendiri tidak sukses,” tegas harun Suyitno Anggota komisi II DPRD Kabupaten Pamekasan
Pihaknya menambahkan, anjloknya penjualan batik di Kabupaten Pamekasan harus di pertanyakan ke badan anggaran karena dana untuk promosi batik di Pamekasan lumayan besar.
“Kami berharap ada langkah – langkah taktis dari pemerintah daerah untuk menaggapi dan menanggulangi kejadian ini,” ucapnya.
Sementara Kepala Disperindag, Kabupaten Pamekasan, Bambang Suprapto mengatakan, kalau harga batik di Pamekasan tetap sama tidak ada penurunan maupun kenaikan.
“Harga batik itu sama tidak ada perbedaan, cuma kondisi nasional saja yang lagi tidak baik,” ucapnya. Rabu(21/02/2018)
Ketika di tanya terkait dana untuk pengembangan dan promosi batik di Kabupeten Pamekasan, dirinya mengatakan kalau dana tersebut masih belum di gunakan.
“Belum kami gunakan, mungkin pertengahan tahun ini kita akan melakukan pameran untuk mempromosikan batik yang ada di Kabupaten Pamekasan ini,” tutupnya. (Imam/red)