PAMEKASAN, (TransMadura.com) – Lagi lagi Impor garam ditolak dari masyarakat Pamekasan, dalam hal ini Na’ Potoh Buje melakukan Aksi didepan gedung DPRD Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur.
Mereka menolak dan usut tuntas Impor Garam dan usut tuntas begal garam di Pamekasan.
Mereka meminta tanggapan tegas dari pihak DPRD Kabupaten Pamekasan dengan menolaknya impor garam yang menjadi carut marut impor di Kabupaten Pamekasan ini.
Korlap, Moh Mukti Menyampaikan, serap aspirasinya bahwa garam di madura masih belum manis harganya apalagi sudah ada impor garam yang dari australia. Berkenaan dengan hal tersebut korlap aksi tuntut supaya tolak Impor garam di madura khususnya di Pamekasan.
“Dengan ini kami menyatakan melawan impor garam dan kami mengajukan tuntutan, (1). DPR harus menolak import garam (2). Meminta DPRD Jatim harus tetap konsisten pada pernyataannya,” Tolok Garam Import” (3). Usut tuntas Praktek-Praktek Begal Garam (4). Panggil PT. Mitra Tunggal Swakarsa dan PT. Garindo Sejahtera Abadi untuk memberikan penjelasan permasalahan impor garam di atas. (5). Kembalikan Regulasi Impor Garam seperti semula: Wajib Importir membeli Garam Lokal dalam katagori garam konsumsi (6). Musnahkan garam import PT. Mitra atau PT. Garindo agar tidak merembes ke pasar garam konsumsi untuk menjaga agar harga garam lokal tidak jatuh,” Pungkasnya, Selasa (20/02/218)
Dari tuntutan tersebut mereka tidak ditemui DPRD Pamekasan, Mereka hanya bisa berorasi dengan teriak lantang
“Tolak impor garam, saya datang kesini untuk ditemui DPRD Pamekasan namun nyatanya masih belum ada kejelasan dari DPRD Pamekasan”, tegas mukti
Pihaknya mau masuk kedalam kantor dewan untuk mengecek keberadaan DPRD Pamekasan namun dihalangi oleh pihak keamanan.
“Saya mau masuk pak perwakilan 3 orang saja agar semuanya ini jelas”, tegas dia
Dalam beberapa menit lamanya mereka di izinkan masuk, namun dari pihak keamanan dihalangi didalam.
“Saya masuk kedalam kantor tapi ketika mau masuk keruangan dihalangi oleh pihak keamanan ini jelas sudah ada kongkalikung”, teriak salah satu korlap aksi. (Imam/red)