SUMENEP, (TransMadura.com) –
Forum Honorer Kategori Dua (FHK-2) Sumenep itu masih membuka kesempatan bagi yang tergerak untuk membantu leluarga Guru GTT (Honorer) Desa/Kecamatan Jrengik, Kabupaten Sampang yang dibunuh muridnya sendiri pada hari lalu.
Sementara penggalangan dana untuk membantu mengurangi/meringankan beban keluaraga Budi Cahyanto (Almarhum) yang dilakukan oleh FHK-2 Sumenep sudah mencapai Rp 6,9 juta.
“Totalnya saat ini Rp6.981.200. Mari kita berdoa agar guru Budi diberikan tempat yang layak dan keluarganya diberikan kesabaran dalam menghadapi musibah ini,” kata Ketua FHK-2 Sumenep Abd Rahman , Senin, 5 Januari 2018.
Menurutnya, sumbangan itu didapat dari para donatur, dan aksi penggalangan dana yang dilakukan selama tiga hari terakhir ini. Itupun merupakan hasil pemberian dari masyarakat Sumenep dan donatur tetap.
“Setiap donatur ada yang menyumbang Rp20 ribu hingga ratusan ribu. Sementara masyarakat ada yang Rp2 ribu hingga puluhan ribu,” tuturnya kepada media.
Rahman memaparkan, upaya itu sangat mengharukan dengan peristiwa itu, bagi semua guru di Sumenep. Apalagi honor yang diterima Budi setiap bulan jauh dari upah minimum kabupaten (UMK). “Peristiwa ini baru yang pertama di Madura, kedepan peristiwa serupa semoga tidak terulang kembali,” ungkapnya.
Kendati demikian, pihaknya berpesan kedepan pendidik maupun pengelola sekolah untuk menanamkan akhlak dan budi pekerti yang baik sejak dini. “Salah satunya dengan cara penguatan ajaran agama dan peran BK disekolah untuk dioptimalkan,” tegasnya.
Namun menurut rahman, hasil penggalangan dana itu direncanakan akan diberikan kepada keluarga Ahmad Budi Cahyanto pada Rabu, 7 Januari 2018.
Budi merupakan guru Kesenian di SMA Torjun Sampang, dia meninggal dunia setelah dianiaya MH yang saat ini duduk di kelas III. Budi dikabarkan mengalami pecah pembuluh darah disekitar kepala dan meninggal dunia setelah mendapatkan perawatan medis di RS Dr Soetomo Surabaya. (Asm)