SUMENEP, (Transmadura.com) —
Akibat cuaca buruk angin kencang disertai gelombang tinggi, nelayan Pulau Masalembu, Sumenep, Madura, Jawa Timur, memilih tidak melaut dan mencari aktifitas lain.
Memang cuaca buruk kerap sering terjadi disetiap sekali dalam se tahun pada akhir tahun sampai bulan satu,” kata Adi salah satu nelayan.
Ia menjelaskan, bahwa pada musim barat seperti / angin seperti yang sekarang ini para nelayan takut untuk bekerja nangkap ikan di laut.
” biasanya memasuki cuaca buruk diperairan pulau masalembu, angin dan ombaknya sangat kencang, jadi kami tidak bisa atau berani melaut, rata-rata kalau memasuki bulan ini nelayan tidak melaut,” ungkapnya.
Sementara pengamat Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kalianget, Sumenep, Madura, Jawa Timur mengimbau bagi masyarakat, khususnya nelayan untuk terus waspada. Dengan tinggi gelombang diperkirakan diatas 2,5 meter.
Pengamat BMKG Kalianget, Agus Arif Rakhman mengatakan berdasarkan hasil prakira cuaca, kondisi cuaca pada umumnya akan terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.
“Di Perairan Utara Jawa Timur, Perairan Bawean, Masalembu, Selat Madura, Selatan Jatim dan di Laut Jawa bagian Timur akan hujan,” katanya, Senin, 20 November 2017.
Kondisi tersebut lanjut Rakhman berdampak pada perubahan gelombang laut. Diperkirakan ketinggian gelombang di laut Jawa antara 1.3 – 2.5 miter mulai pagi hingga sore hari. Sedangkan ketinggian gelombang saat malam hari diperkirakan meningkat antara 1.5 – 3.0 meter.
Sementara gelombang di Samudera Hindia (Selatan Jatim) antara 1.5 – 3.5 meter. “Tinggi gelombang lebih dari 2.5 meter di Laut Jawa bagian Timur dan di Samudera Hindia Selatan Jatim. Kami mohon untuk tetap berhati-hati,” himbaunya.
Sedangkan arah angin, lanjut Rakhman didominasi dari arah Barat Daya – Barat Laut dengan kecepata maksimum di laut jawa 26 knots per 47 km/jam, dan di selatan jatim 28 knots per 50 km/jam. (Hasan/red)