SUMENEP, (Transmadura.com) —
Pameran Pembangunan Sambut Hari Jadi Kabupaten Sumenep ke-748 yang menampilkan stand dari semua instansi dan Kecamatan banyak menuai protes/kritikan dari kalangan Aktifis dan publik. Pasalnya, dari stand yang tampil jadi juara 1 Dinas Peternakan itu kurang logis.
Hal ini muncul dari Aktifis Laskar Anti Korupsi (Laki) Sumenep Bagus Junaidi, bahwa sangatlah tidak logis juara 1 stand pameran pembangunan Dinas Peternakan.
“Kreteria dari Tim penilai kegiatan stand pamerang pembangunan itu memberikan nilai nomor satu pada dinas peternakan sumenep itu seperti apa,” katanya kamis 26/10/2017.
Kalau dari sisi standnya sudah bagus, tapi kalau dari sisi kinerja ini kan perlu dipertimbangkan. Karena Dinas Peternakan kemarin dari serapan anggarannya per agustus itu hanya 4 persen. Bagaimana bisa jadi juara 1, jika kinerjanya hanya seperti itu,” ungkapnya.
Bagus menyayangkan kepada pihak yang telah memberikan penilaian kepada Dinas Peternakan Juara 1. Tentunya ada penilaian secara kolektif dari segi kinerja dan stand yang ditampilkan.
“Juara ini kan ada dampak kepada publik, bukan hanya pameran pembangunan ini dijadikan mainan aja. Seharusnya juga nilai kinerja satu tahun itu program unggulan yang ditampilkan di stand itu,” paparnya.
Ia memaparkan secara tegas, bahwa, Dinas Peternakan selama hampir satu tahun ini tidak ada dampak membaik kepada masyarakat. Sedangkan per Agustus kemarin anggaran hanya terserap 4 persen.
“Ini bisa dikatakan kepala dinas yang tidak mampu mengemban amanah menjalankan tugas sebagai kadis. Saya menyesalkan kalau dinas peternakan jadikan juara 1 dalam pameran pembangunan, juara ini juga ada dampak pada masyarakat, bahwa ini hanyalah formalitas aja ,” tegasnya.
Menurutnya, perlunya Bupati Sumenep adanya evaluasi lagi tentang Kadis Peternakan. ” ini akan jadi penghambat program yang dicanangkan pemerintah, dan apakah kadis ini tetap dipertahankan,” harapnya.
Di sisi lain, menurut tim penilai Eko mengatakan, yang menjadi kreteria dari tim penilai hanyalah stand yang ada, jadi tim menilai tidak sampai pada kinerja, cukup di stand yang dilihat saja.
“Tim menilai tidak sampai pada kinerja. bukan itu, hanya menilai dari kreatifitas dari tampilan desainer stand aja,” ungkapnya.
Secara terpisah bidang Informasi Diskominfo Sumenep moh. Hariri saat ditanya kreteria yang diambil untuk penilaian stand pameran pembangunan. Menjawab tidak tahu, karena sudah dipasrahkan kepada tim penilai. “Kalau kreteria tampilan atau nilai saya kurang faham, karena dari Diskominfo tidak dilibatkan meting kreteria penilaian,” terangnya. (Asm/irwan)