SUMENEP, (Transmadura.com) –
Dalam rangka Hari Pesantren Nasional ini jadikan hari mengingat pada asal usul pesantren yang sangat orgen bagi anak – anak kita khususnya di Pesantren.
Hal ini disampaikan Anggota Komisi III K.Kurdi, bahwa Hari pesantren nasional sangat orgen bagi anak – anak. khususnya pesantren, karena mengingat asal usul kejadian pondok pesantren secara nasional pondok pesantrean abuya KH. Hasyim As’yari itu sama persis apa yang disampaikan Radulullah SAW. ” sasaran KH. Hasyim As’yari yang mendirikan pondok pesantren tebu ireng itu sasarannya itu saja,”katanya.
Walaupun didalam pendidikan tidak diajarkan secara keseluruhan. buktinya tidak semua santri pengabdiannya untuk pesantren. Namun ada yang bupati ada yang gubernur,dan yang lain.
K. Kurdi Politisi Demokrat ini berharap kepada pondok pesantren yang sekarang, harus banyak meniru.” Perlunya para kiai budi akhlak diterapkan dipondok dan kembali pada asal pendirinya. Ketika akhlakulkarima dibina, maka tidak sulit membina rohani di indonesia,” harapnya.
Sementara K. Kurdi juga memberikan apresiasi dengan Momentum hari jadi sumenep ke-748 yang kebetulan bersamaan dengan hari santri nasional, adalah momen yang sangat luar biasa adanya perubahan pembangunan kesejahteraan masyarakat . ” Kesempatan momen Ini jangan keluar dari hari kejadian sejarah khususnya wilayah sumenep utamanya kebudayan jangan sampai hilang seperti kerapan sapi sronen dan kosida dan yang lain yang bergerak di masyarakat jangan sampai dihilangkan. Budaya itu penting karena mengingat masa kejadian masa sejarah,”ungkapnya.
Hal juga Dengan kedatangan Dubes Arap Saudi, Kurdi berharap dari Dubes arap saudi bisa mendukung dikmatik (Agama) pendidikan di kabupaten sumenep, terutama di pendidikan islam dan secara keseluruhannya. ” kehadiran ini bisa mendukukung dan mendorong dari sudut ekonomi untuk kemajuan sumenep,”pungkasnya. (Asm/irwan)











