Transmadura.com, Sumenep —
Pasar sapi yang dibangun di Desa Pakandangan Sangra, Kecamatan Bluto, Sumenep, Madura, Jawa Timur, terkesan hanya buat bancakan saja. Buktinya, dapat kecaman dari berbagai lembaga dan juga Kepala Desa setempat.
Pasar sapi yang dibangun dengan anggaran miliyaran rupiah itu, seolah olah terkesan hanya dijadikan formalitas untuk mengeluarkan anggaran. Buktinya, sampai sekarang pasar sapi tersebut pemerintah tidak ada tindak lanjut terkait pembenahan sarana dan prasarana.
“Yang jelas masyarakat desa pakandangan Sangra sangat antosias dengan pembangunan pasar sapi,” kata Kepala Desa ( Kades) Pakandangan Sangra, Sukandar, Minggu 9/07/2017.
Namun menurutnya, dari peresmian pasar sapi sampai saat ini, dan setelah ada perubahan pengalihan dari dinas Peternakan ke BPPKAD Sumenep, lalu pengalihan ke Disperindag, banyak hal yang perlu dibenahi secara maksimal tidak ada perhatian lagi dari pihak terkait. Terutama masalah sara dan prasarana masih belum memadai, MCK, Moshallah, jalan belum teratasi diaspal, apalagi air yang menjadi kebutuhan utama juga belum teratasi secara maksimal.
“Ini kan membuktikan bahwa pemerintah terkesan hanya bisa membangun, tapi tidak ada tindak lanjut membenahi yang menjadi kebutuhan utama dengan anggaran yang cukup fantastis besar, milyaran mas…hanya dibangun, yang jelas pedagang enggan untuk nempati kalau fasilitas belum maksimal,’ tegasnya.
Kades berharap kepada pemerintah terkait khususnya Disperindag Sumenep, pasar sapi yang investasinya sangat besar yang mengeluarkan anggaran yang cukup fantastis besar. “pemerintah jangan hanya diam segera membenahi segala fasilitas yang kurang dan menjadi kebutuhan utama,” tandasnya.

Sukandar Kades Kandangan Sangra
Secara terpisah, awak media melakukan konfirmasi kepada salah satu pedagang sapi addu, mereka mengaku bahwa pasar sapi di Desa Pakandangan Sangra, Kecamatan Bluto, Sumenep, merasa kurang nyaman karena fasilitas pasar tersebut, kaitan dengan sarana dan prasarana kurang memadai, utamanya moshalla dan air.
“saya jarang Kades alan sapi di pasar ini, karena kurang nyaman dengan fasilitas yang kurang memadai.
Mohalla dan air ini kan kebutuhan utama, kalau mau sholat dan mau kencing harus kemana, bingung kan…,” ungkapnya. (Asm/hy)











