Transmadura.com, Sumenep — Diteriaki maling warga Dusun Tanah Bentar Barat, Desa Ganding, Sumenep,Jawa Timur rumah dan sepeda motornya hancur dilempari batu warga setempat.
Mustamim (45) (Apel Non Aktif) korban pengrusakan harus menerima kenyataan rumah hancur dilempari batu dan sepeda motor Suzuki Spin Nopol M 3974 WA tinggal kerangka dibakar orang kurang lebih 500 orang.
Peristiwa terjadi sekira pukul 00:30 wib 8 juni 2017, Hariyadi melihat mustamim masuk kerumahnya di Dusun tanah bentar barat, Desa Ganding, Kecamatan Ganding, Sumenep, melewati pintu belakang. melihat itu, Hariyadi Berteriak Maling.
Medengar teriakan maling, Mustamim keluar lagi melewati pintu belakang. Sementara Hariyadi dan tetangga sekitar mengejar Mustamim yang di lihat lari ke arah rumahnya.
Sehingga masyarakat berdatangan dari Dusun Tanah Bantar Barat dan Dusun Tanah Bantar Timur Berdatangan sekitar 500 (lima ratus) orang dan melempari batu kapur, batu gunung dan batu bata ke rumah Mustamim sekaligus membakar kendaraan sepeda motor suzuki Spin nopol. M 3974 WA milik Mustamim tinggal kerangka.
Dengan kejadian tersebut H. Fais Selaku Kades Ganding, Kecamatan Ganding lansung melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek setempat.
“Kades Gamding melaporkan ke polisi setempat,” kata Kasubag Humas Polres Sumenep.
Menurutnya, peristiwa tersebut ada dugaan sementara karena perselingkuhan.” dugaan kejadian ini sebab perselingkuhan, tututnya.
Sementara Barang Bukti ( BB) yang diamankan polisi,
Beberapa batu kapur, batu gunung dan batu bata yang diduga sebagai alat pengrusakan dan pecahan kaca di Tempat Kejadian Perkara ( TKP).
Humas menambahkan, Bahwa Barang bukti kendaraan sepeda motor merk spin warna biru no.pol N 3974 WA milik Mustamim, sampai sekarang masih berada dilokasi karena pihak keluarga menginginkan pagi harinya untuk diserahkan ke Polsek Ganding dan sampai sekarang 4 personil anggota masih mengamankan disekitar lokasi kejadian. ( Asm/hy)











