Home / NUSANTARA / Sejumlah Korban Bisnis Investasi Bodong di Sumenep

Sejumlah Korban Bisnis Investasi Bodong di Sumenep

SUMENEP, (TransMadura.com) –
Bisnis investasi memang menjanjikan banyak rupiah yang sangat menggiurkan bagi masyarakat. Namun bagi masyarakat awam cukup menggiurkan menyimpan uang nominal sedikit akan mendapatkan keuntungan berkali lipat.

Padahal, tanpa mereka tahu jika dirinya sudah tertipu dan pada akhirnya untuk dapat banyak uang, mobil, rumah itu hanyalah jadi khayalan.

Contoh kongkritnya yang dialami Masyarakat Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, asal Desa Pamolokan RSL (Inisial) akhir-akhir ini banyak mengeluh akibat jadi korban dari Bisnis Investasi BDIG (Big Data International Groups) yang berasal dari negara Kamboja sebagai pusat perusahaan ini yang menyebar di seluruh asia tenggara termasuk Indonesia.

“Awalnya bagus saya terima modal dan keuntungannya mas, tapi kebelakang sejak adanya perubahan aturan yang tidak jelas saya tak lagi mendapat apa apa, malah pengurusannya dipersulit dan uang saya masih tertahan ribuan dollar,” tuturnya dengan kesan putus asa.

Hal serupa juga dialami ibu SL warga Desa Kolor, Kecamatan Kota, Sumenep, begitu mendaftar sebesar 900 dollar (sekitar Rp.15.000.000) hanya menunggu kabar tak jelas.

“Saya tak serupiahpun perusahaan memberi pengembalian modal apalagi keuntungan yang dijanjikan,” ngakunya.

Keluhan sangat miris muncul juga yang dialami ibu Hatijah, asal Desa Karang Panasan, Sumenep, dengan penuh keputus asaan, sebab uang raib tanpa sadar akan tertipu. Padahal uang inves tersebut hasil pinjaman.

“Saya mungkin masih ratusan juta mas yang belum dicairkan, itupun modal dapatnya dari pinjaman,” kesahnya.

Lanjutnya, diperkirakan mencapai ratusan orang masyarakat kabupaten sumenep yang mengikuti program bisnis ini yang sampai saat ini belum ada kejelasannya.

Dia berharap pihak pihak terkait dari pemerintah maupun pihak penegak hukum di Indonesia dapat membantu solusi dan mengimbau masyarakat agar berhati hati dalam bisnis investasi.

“Kalau masyarakat harus jeli memilih perusahaan untuk berinvestasi, kalau berinvestasi lihat legalitas perusahaan lebih dulu. lebih baik perusahaan yang dibawah perlindungan OJK (Otoritas Jasa Keuangan) Indonesia,” tandasnya.

(Yudie Sofyan)

Spread the love

About tmadm

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Fraksi PDIP Menyetujui Hak Interpelasi Perbup Pilkades 54 2019

SUMENEP, (TransMadura.com) – Fraksi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan DPRD Kabupaten Sumenep, ...