Home / SUMENEP / Ratusan Nelayan Sumenep Demo Kantor Perikanan, Protes Alat Tangkap Ikan “Cantrang”

Ratusan Nelayan Sumenep Demo Kantor Perikanan, Protes Alat Tangkap Ikan “Cantrang”

SUMENEP, (TransMadura.com) – Ratusan Nelayan mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Nelayan dan Pemerhati Ekosistem Laut (Amin dan Pel) melakukan aksi ke Kantor Dinas Perikanan Sumenep, Madura, Jawa Timur. Pasalnya, mereka protes terkait penangkapan ikan yang menggunakan jaring “Cantrang”. Rabu (5/12/2018).

Aksi tersebut, untuk menyampaikan keresahan banyaknya penangkap ikan yang menggunakan pukat tarik penggaruk (Sarkak) yang beroperasi diperairan Kecamatan Gapura, Sumenep. Hal ini akan berdampak dan merugiakan eko sistem laut, dan menghabiskan bibit ikan.

Hendri Kuniawan selaku Korlap aksi menyampaikan, maraknya penangkapan ikan dengan sistim jaring cantrang (Sarkak) yang beroperasi diperairan Gapura. terbukti dengan ditangkapnya beberapa nelayan menggunakan jaring Sarkak, oleh Pol Airud Kalianget pada awal 2018 lalu.

“Penggunaan jaring sarkak itu tidak ramah lingkungan yang dapat merusah eko sistem laut, terumbu karang, bahkan bibit ikan akan punah,” katanya.

Lanjutnya, sesuai surat keputusan menteri Kelautanan dan Perikanan Kelautan RI Kep 06/Men/ 2010, tentang larangan ikan diwilayah pengelolaan NRI.

“Kami meminta kepada pihak terkait, Dinas Perikanan dan Pol Airud supaya lebih mengoptimalkan
Kinerja dalam menjaga perairan, agar bebas dari nealayan yang menggunakan alat tangkap (Sarkak), ini sangat merugikan bagi ekosistem laut” ungkapnya.

Namun, sayang, mereka tidak ditemui oleh pihak Dinas Perikanan dan langsung bergeser ke Kantor Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD ) setempat. (Madi/Red)

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*