Home / SUMENEP / Kredibilitas LSM Sumenep Jadi Pertaruhan Pasca Oknum LSM Diciduk Polisi

Kredibilitas LSM Sumenep Jadi Pertaruhan Pasca Oknum LSM Diciduk Polisi

SUMENEP, (TransMadura.com)
Pasca ditahannya oknum LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) oleh Polres Sumenep, Madura, Jawa Timur, diduga melakukan aksi pemerasan terhadap salah satu kades Kecamatan Rubaru pada selasa (6/11/2018) kemarin. Namun hal ini akan menjadi pertaruhan kredibilitas LSM.

Dengan penagkapan LSM yang diduga melakukan pemerasan terhadap salah satu kades, akan menurunkan citra nama baik. Bagaimana menyikapi ini ? LSM yang betul profesional untuk mengembalikan marwah LSM yang sudah tercoreng dimata publik,kades, pejabat, bahwa terkesan sudah tidak dipercaya lagi.

Padahal, Lembaga Swadaya Masyarakat sebagai kontrol kebijakan pemerintah dari tingkat atas sampai tingkat Desa. Apakah LSM yang lain akan diam?.

Sedangkan dengan peristiwa penahanan oknum LSM, banyak respon publik.”Kayak begitulah kelakuaan oknum LSM- LSM mas..?, Kerjanya cuman Menakut-nakuti dan selalu mencari masalah orang lain, sekarang sudah ketangkap jangan di keluarkan lagi,” kata salah satu warga dalam WhatsAPnya.

Dengan demikian,salah satunya merasa terpukul LSM di Sumenep tercoreng segelintir oknum yang bekerja bukan untuk masyarakat, melainkan hanya kepentingan pribadi.

“Saya merasa malu dan terpukul dengan kabar ditangkapnya oknum LSM yang melakukan pemerasan, ini harus dikembalikan marwah LSM yang sudah tercoreng dimata publik,” ungkap Ketua Forum Masyarakat Inspiratif (Formatif) Moh Fadal, Rabu (7/11/2018).

Karena sejatinya, kata Fadal, LSM harus mempunyai kompetensi, sebab itu, merupakan sosial control terhadap pejabat publik, agar kebijakan kebijakan yang diambil sesuai dengan aturan. “Bukan malah melakukan tindakan kriminal dan mengkriminalisasi pejabat. itu yang keliru,” ucapnya

Sebelumnya, enam oknum Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang diamankan dugaan pemerasan pada selasa (6/11/2018) kemarin.

Namun, dari enam oknum tersebut, Polres Sumenep, Madura, Jawa Timur, tetapkan lima orang tersangka diantaranya berinisial MA, IA, AKJ, HH dan AS, sementara satu orang lain belum ditetapkan sebagai tersangka. “Lima orang Sudah (tersangka),” kata Iptu Taufik Hidayat, KBO Reskrim Polres Sumenep, saat dimintai keterangan.

Lajutnya, oknum LSM yang mengatasnamakan Lembaga Pengawas Kebijakan Pemerintah dan Keadilan (LP-KPK), diamankan saat berada di Lingkar Barat, Desa Babalan, Kecamatan Batuan, Sumenep, Madura, Jawa Timur, saat hendak melancarkan aksi tindak pidana pemerasan, Selasa, 6 November 2018.

Setelah dilakukan serangkaian penyelidikan dan penyidikan, korps baju cokelat itu akhirnya menetapkan lima orang tersangka. Kelima orang itu diantaranya berinisial MA, IA, AKJ, HH dan AS, satu diantaranya masih dalam tahap penyelidikan.

KBO Reskrim Polres Sumenep, Iptu Taufiq Hidayat mengatakan terungkapnya perbuatan itu setelah adanya laporan dari salah satu warga Kecamatan Rubaru. Saat itu enam orang mendatangi salah satu Kepala Desa.

Kedatangan mereka menyoal pekerjaan proyek yang disinyalir tidak sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB). Atas temuan itu mereka mengancam salah satu kepala desa untuk melaporkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep. Jika tidak ingin dilaporkan, mereka meminta uang sebesar Rp10 juta. “Tapi itu baru diberikan Rp5 juta,” jelasnya.

Namun, sebelum diberikan sisa uang yang diminta oknum LSM itu, keenam orang diamankan Polisi. “Tujuannya untuk kepentingan pribadi dan golongannya,” jelas taufik

Saat ini keenam orang yang diamankan masih dilakukan pemeriksaan, guna mendalami kasus tersebut. Kelima orang itu dijerat dengan Pasal 368 dan Pasal 55 KHUHP tentang tindak pidana pemerasan.

Dalam kasus ini Polisi mengamankan barang bukti berupa satu unit mobil Avanza dengan nomor Polisi M 1755 VG, satu unit sepeda motor Honda Beat dengan nomor polisi M 6326 WW. Mobil warna putih itu bertuliskan LP-KPK Korcam Sumenep Jatim.

Selain itu juga mengamankan uang sebesar Rp4,7 juta dan sejumlah HP yang milik keenam oknum LSM yang mengatasnamakan dari LP-KPK. (Asm/Red)

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*