Home / SUMENEP / Komisi 1 DPRD Sumenep : Mutasi Eselon II Jangan Sampai Ada Transaksional

Komisi 1 DPRD Sumenep : Mutasi Eselon II Jangan Sampai Ada Transaksional

SUMENEP, (TransMadura.com) –
Anggota Komisi I DPRD Djoni Tunaidi mewarning rencana mutasi untuk pejabat eselon II di lingkungan pemkab Sumenep, Madura, Jawa Timur. Pihaknya meminta pelaksanaan mutasi maupun pengisian dilakukan secara profesional.

“Pelaksanaan mutasi ini hendaknya tidak dilakukan secara transaksional. Atau sampai terjadi jual beli jabatan. “Saya harap, tidak ada transaksi untuk mendapatkan jabatan eselon II ini. Jika ini dilakukan berarti mutasi yang digelar tidak sehat, ” katanya.

Menurut politisi Demokrat ini, penempatan dan pengisian jabatan harus dilakukan secara profesional dan proporsional. Disesuaikan dengan keahlian yang dimiliki. “Ini menyangkut pembangunan Sumenep ke depan, ” ujarnya.

Menurut Djoni Tunaidi, mutasi kali harus bisa menghasilkan pejabat yang kredibel dan memikirkan perbaikan Sumenep. Sehingga, akhirnya akan berpikir untuk pembangunan bukan keuntungan. “Bupati dan wabup, termasuk Baperjakat dituntut untuk menyeleksi pejabat yang kompeten, ” ungkapnya.

Untuk itu, pihaknya sangat menginginkan untuk pejabat eselon II yang lahir karena kemampuan dan kompetensi. Bukan karena faktor kedekatan apalagi transaksional. “Apabila kompeten, maka bisa diperkirakan akan melahirkan good and clean govermance, ” tuturnya. ( Red)

Spread the love

One comment

  1. SUPARDI Ket. LSM-GARIS

    Sebagai Masyarakat/Rakyat Kab. Sumenep sangat “KECEWA” manakala Transaksional dan Jual-Beli jabatan serta ketidak Profesionalan yg Dimaksut salah Seorang Anggota DPRD Smenep dalam Berita ini. Namun lebih sangat “MENGECEWAKAN LAGI” jika seandainya “PEMBERITAAN” dan dalam Pemberitaan beberapa Bulan yg lalu yaitu ttg PEMBANCAAN UANG RAKYAT melalui APBD II Kab. Sumenep yg Dikemas dalam Istilah “P O K I R” itu. Diharapkan pula pihak “PARLEMEN” Memberi Contoh yg “B E N A R dan B A I K” Serta PROFESIONAL, dgn Cara Misalnya; menyampaikan OLEH2/HASIL dari Kunker, Study Banding dan semacamnya yg Realistis dan Kongkrit serta memberikan Laporan Pertanggung Jawaban kepada Masyarakat/Rakyat atas Penggunaan ANGGARAN yg Berasal dari “UANG RAKYAT”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*